TBM PENGELOLAAN LINGKUNGAN CIBUNGUR DI KAMPUNG CIBUNGUR

dokumentasi pribadi

 

Kampung Cibungur adalah sebuah kampung yang terletak di Cekungan Leuwigajah. Teritorialnya berada di desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Awalnya masyarakat di kampung ini belum menjadikan membaca sebagai budaya mereka sehingga mereka belum bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki. Masyarakat kurang memiliki life skill sehingga belum bisa mengembangkan potensi alam untuk dijadikan sumber mata pencaharian sehingga banyak warga yang menjual lahan sawahnya untuk membiayai kehidupan sehari-hari.
Di samping itu, warga kampung kurang memperhatikan kebersihan dan kesehatan lingkungannya. Tidak ada upaya untuk mengelola limbah sampah bahkan dalam hal membuang sampah pada tempatnya pun masih sulit dilakukan sehingga ada warga yang terjangkit penyakit. Kader PKK di kampung tidak dapat menjalankan fungsinya dalam kegiatan posyandu secara maksimal karena tidak adanya pembinaan dari lembaga yang berwenang.
Masalah tersebut sebetulnya bisa diatasi bila masyarakatnya memiliki informasi yang cukup. Untuk mendapat informasi yang cukup, masyarakat harus membudayakan membaca. TBM Pengelolaan Lingkungan Cibungur kemudian menempuh langkah-langkah untuk mengembangkan minat baca masyarakat di kampung Cibungur dengan mendekatkan diri pada masyarakat dan mencoba menjawab permasalahan yang ada di masyarakat kampung Cibungur.
Awalnya, ketika TBM Pengelolaan Lingkungan Cibungur berdiri, dari 76 pemuda-pemudi karang taruna Cibungur hanya 7 orang yang aktif mengikuti rutinitas kegiatan di TBM. Namun kegiatan di TBM Pengelolaan Lingkungan Cibungur tetap berlanjut dan terus mendekati masyarakat untuk menjawab permasalahan lingkungan yang ada.
Dalam Pendidikan formal pengelola TBM memberi fasilitas berupa kursus matematika, Bahasa Inggris, tips dan trik belajar efektif, serta pelatihan IT dengan tujuan masyarakat khususnya anak didik/anggota akan terbantu dalam memecahkan masalah di pendidikan formal baik di SD/SMP/SMA/PT. Pelatihan menulis, drama, public speaking, dan IT merupakan upaya memfasilitasi di pendidikan bidang non formal, tujuannya masyarakat memiliki life skill yang bisa membantu mereka ke depannya, disisi lain bagi yang masih bersekolah dapat digunakan untuk mengisi waktu luang di luar jam pendidikan formal supaya terhindar dari pergaulan bebas yang negatif. TBM juga mengupayakan pemberian beasiswa prestasi.
Strategi advokasi ditujukan kepada Perpuseru, Rumah Amal Salman ITB, serta KMPI untuk membantu memfasilitasi sarana prasarana kegiatan termasuk beasiswa prestasi. Advokasi juga ditujukan pada pengurus RW X sebagai pemangku kebijakan tertinggi di kampung dan DKM Masjid Miftahussalam untuk mensinergikan program kegiatan yang sesuai dengan TBM. LPM X (Lembaga Perwakilan Masyarakat) diminta untuk membantu mensosialisasikan program terhadap masyarakat, serta masyarakat yang bekerja sebagai guru/dosen dan masih berpendidikan di Perguruan Tinggi membantu menjadi tenaga pengajar dalam setiap program kegiatan di bidang pendidikan.
Di bidang ekonomi yang merupakan tolak ukur adanya penghasilan tambahan bagi masyarakat yang diperoleh melalui community engagement. Kegiatan- kegiatan yang dilaksanakan memfasilitasi masyarakat untuk mengetahui serta menyadari akan potensi serta kebutuhan mereka untuk memaksimalkan potensi kearifan sumber daya alam yang saat ini sudah berkurang. Koperasi Warga Saluyu yang merupakan hasil advokasi pengelola kepada Rumah Amal Salman ITB berperan dalam membantu permodalan usaha masyarakat.
Program kegiatan di Bidang Kesehatan berupaya memberikan kesadaran dan pemahaman yang luas pentingnya menerapkan konsep hidup sehat. Advokasi dilakukan kepada Puskesmas Batujajar, Rumah Amal Salman ITB, dan Pemerintah Desa Batujajar Timur.
Sedangkan di bidang Sosial, kegiatan diupayakan dalam upaya penyadaran masyarakat akan kearifan lokal masyarakat yang sekarang telah terkikis yaitu historical kampung Cibungur sebagai pusat perkembangan, kampung Santri, kampung budaya yang memiliki semangat gotong royong serta kekeluargaan yang tinggi.
Hasil yang terlihat dari upaya yang telah dilakukan oleh TBM pengelolaan Lingkungan Cibungur adalah terbitnya buku hasil karya anggota TBM yaitu Buku HAIKU Anak TBM, Apa Yang Kuberi, Cempung Cibungur (Cerita Kampung), Buku Saku Guru, Carpon Lucu.Penerbitan buku-buku tersebut bisa mendorong dan memotivasi masyarakat lainnya untuk berkarya. Termasuk buku tentang sejarah kampung yang dapat mendorong minat baca masyarakat untuk mengetahui sejarah kampungnya.
Selain itu terbentuk jugakomunitas pendidik dari para mahasiswa serta guru-guru SD, SMP, SMA serta Dosen yang membantu dalam menyelenggarakan kursus dan pelatihan di TBM seperti pelatihan menulis karya sastra dan drama musikalisasi oleh Drs. Eriyandi Budiman (penulis Koran PR), Public Speaking, desain grafis, dan paket Office.
Tahun 2014, 14 para pemuda dan pemudi lulusan SMA bahkan yang sedang bekerja di pabrik meneruskan jenjang pendidikan ke Perguruan Tinggi. Dengan budaya membaca, mereka menjadi tergerak untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Ada juga beberapa anak yang mendapatkan beasiswa pendidikan dari Rumah Amal Salman ITB dan KMPI diantaranya Esih Sukaesih, Yulina Maryani, dan Dika Adi Santoso yang sekarang menjadi relawan tetap TBM.
Program beasiswa prestasi juga diberikan bagi anggota TBM yang berpotensi memberikan motivasi bagi anggota lain untuk meningkatkan potensi dirinya di sisi lain telah berhasil mengadvokasi para orang tua untuk mendidik serta mengarahkan anak-anaknya untuk gemar membaca.
Peranan Koperasi Warga Saluyu membantu meningkatkan kapasitas permodalan serta membuka wirausaha baru seperti usaha pengisian galon air. Peningkatan omset koperasi yang sejak awal tahun 2012 permodalan dibantu oleh Salman ITB hanya Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) kini telah menjadi RP. 120.034.000,- (Seratus dua puluh juta tiga puluh empat ribu rupiah) sesuai dengan saldo penutupan kas per 30 desember tahun 2014.
Munculnya wirausaha-wirausaha muda seperti Rendi Alfiansyah dengan Jasa Desain Grafisnya seperti Karikatur, Spanduk, Muchtar dengan usaha penjualan Petay, Mang Misbah dan Bi Ela yang berjualan kerudung lukis dengan omset perbulan Rp. 1.750.000,-. Mereka mendapat ketrampilan setelah mengikuti pelatihan yang diadakan di TBM dan mendalaminya dengan membaca buku-buku di TBM.
Pengelolaan sampah botol aqua plastik serta limbah pejagalan dengan konsep 3R (recycle, reuse, reduce) menjadi alternatif sumber pendapatan yang menjanjikan dan membuka lapangan pekerjaan bagi ibu-ibu rumah tangga serta membantu para pemuda untuk meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi contohnya Resno Nugraha dan Ajat.
Di bidang kesehatan, masyarakat sudah mulai menerapkan konsep hidup sehat salah satunya dengan membuat 2 Tong sampah organik dan anorganik untuk setiap 5 rumah warga yang selanjutnya diolah sebagai pupuk organik serta sampah anorganik dipilah untuk dijual ke pengelolaan sampah.
Kegiatan PKK lebih terorganisir dengan perbaikan manajemen kader PKK salah satunya pembuatan pojok informasi di Posyandu dengan menyediakan buku-buku kesehatan. Pojok informasi dan pembinaan dari Korsa Kesehatan Rumah Amal Salman ITB menjadikan masyarakat cepat tanggap terhadap berbagai macam penyakit khususnya penyakit kronis dan/atau menular.
Dari cerita tersebut, TBM Pengelolaan Lingkungan Cibungur berhasil menjawab permasalahan yang ada di lingkungannya dan menyadarkan masyarakat bahwa dengan membudayakan membaca, mereka bisa meningkatkan taraf hidupnya. TBM Pengelolaan Lingkungan Cibungur kemudian menjadi pionir berdirinya TBM lain di daerah Bandung Barat. Kini di Bandung Barat terdapat lebih dari 30 TBM yang aktif berperan dalam kehidupan masyarakat di daerah Bandung Barat.

 

 

Wildan Awaludin

Pengelola TBM Pengelolaan Lingkungan Cibungur Kab. Bandung Barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: