BERKEGIATAN DI TAMAN BACA AS LEBAKWANGI

dokumentasi pribadi

Taman bacaan masyarakat atau sering dikenal dengan TBM, merupakan tempat yang dibuat oleh masyarakat atas inisiatif pribadi, bukan merupakan dorongan dari pemerintah. Kondisi ini yang terjadi di Perumahan Lebakwangi Asri RW 13 Desa Lebakwangi Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung, dimana TBM AS Lebakwangi didirikan sejak tahun 2011. Tidaklah mudah mengelola sebuah taman bacaan. Berbagai upaya dilakukan, pengorbanan waktu, materi, bahkan pikiran harus diupayakan agar TBM itu tetap jalan.

Banyaknya pengunjung atau pemanfaat taman bacaan tergantung dari bagaimana TBM itu dikelola. TBM AS Lebakwangi mengalami pasang surut selama kurun waktu 2011-2017. Kunci bagi kami adalah tetap punya niat ikhlas untuk tetap mengelola taman bacaan. Berbagai kegiatan kami coba lakukan agar punya daya tarik bagi pengunjung.

Membaca dan meminjamkan buku adalah kegiatan utama, akan tetapi berbagai kegiatan kami lakukan agar membuat para pengunjung mempunyai banyak pilihan aktivitas. Aktivitas yang biasa dilakukan para pengunjung selain membaca adalah menggambar, mewarnai, bermain catur, menggunakan komputer, mendongeng, baca puisi, menulis cerita, menulis puisi, diskusi, mengerjakan tugas dari sekolah, mendengarkan musik, melihat film, bernyanyi, membacakan asmaul husna dan banyak yang lainnya.

Yang tak kalah penting adalah pendidikan karekter yang kami ajarkan. Setiap anak yang masuk harus mengucapkan salam, menyimpan sandal pada tempatnya, mengisi daftar hadir di buku pengunjung, dan menyimpan buku pada tempatnya kembali pada saat selesai membaca.

Banyak hal yang bisa dilakukan di taman baca, sehingga taman baca tetap dicintai oleh para pengujung, mereka bisa bolak-balik datang ke TBM. Saat tulisan ini dibuat seorang anak kelas 3 cerita ke Ibu Salwa tentang kejadian di sekolah. Asyik mendengarnya. Lulu, anak yang sedang bercerita, mengatakan bahwa gurunya sedang ulang tahun, dan murid-muridnya memberikan kejutan kepada gurunya. Ternyata, di TBM ini anak-anak juga belajar berani bercerita di depan umum.

Sapaan ramah dari Ibu Salwa pada anak-anak yang baru datang membuat anak-anak menganggapnya sebagai ibu sendiri.

“Ibu… ibu… mau mewarnai lagi,” kata seorang anak, yang baru duduk di taman kanak-kanak.

Tiba-tiba, sebuah motor berhenti dan menurunkan anak kecil yang bernama Ajel.

“Ajel, ibu sama bapak kemana?” tanya Ibu Salwa.

“Mau ke pasar,” kata Ajel.

Ehm… bisa juga ya taman baca itu sebagai penitipan anak. Namun Tak mengapa. TBM AS Lebakwangi terus berupaya agar pengunjung tetap ada, apapun aktivitasnya selama itu positif untuk mendorong para pengunjung menjadi senang membaca.

Bambang Ayah Salwa

Pengelola TBM AS Lebakwangi Kab. Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: