MEMBANGUN WINDURAJA MEMBACA

Tulisan ini berisikan tentang pengalaman yang sangat berharga saat saya mengabdikan diri menjadi pelayan masyarakat di bidang pendidikan yaitu sebagai pengelola perpustakaan desa. Berbicara mengenai perpustakaan yang letaknya di desa, pertama kali saya berpikir dan berbicara dalam hati, apakah minat baca di desa itu tinggi atau rendah? Fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung seperti ketersediaan buku-buku dan tempat, juga menjadi pemikiran saya.

Kebetulan saya kuliah di perguruan tinggi Universitas Pendidikan Indonesia Fakultas FIP jurusan pendidikan dasar. Saya belajar berhubungan langsung dengan dunia pendidikan di sekolah khususnya, pendidikan di Sekolah Dasar. Banyak sekali pertanyaan dalam benak ini salah satunya adalah apakah benar saya akan menjadi seorang guru sekolah dasar?

Saya merasa belum benar-benar pantas untuk menjadi seorang pendidik atau guru. Namun saya berusaha sebaik mungkin untuk mencoba dan melakukan apa yang seharusnya saya lakukan. Meskipun sudah berpikir dengan didasari oleh semangat yang membara, tetap saja saya bingung apa yang harus saya lakukan.

Alhamdulillah, saya bersyukur sekali dapat dipertemukan dengan kang Agus Munawar yang memberi pandangan terkait dengan kuantitas minat baca yang ada di Indonesia. Segala pertanyaan yang timbul dalam benak saya tadi terjawab jelas dari kata dan kalimat yang beliau ucapkan. Pada akhirnya, inti dari obrolan-obrolan singkat ini adalah melahirkan kesepakatan membuat suatu lembaga untuk masyarakat yang bernama Perpusdes (Perpustakaan Desa) Winduraja Membaca.

dokumentasi pribadi

Pepusdes Winduraja Membaca bertempat di lantai dasar Masjid Al-hikmah karena kami belum mempunyai tempat untuk menyimpan rak rak dan buku-buku. Saya dan teman-teman pengelola perpusdes Winduraja merupakan tim pemuda yang peduli dan mengabdikan diri di dalam masyarakat. Kami mengikuti kegiatan BIMTEK (Bimbingan Teknis) yang diprakarsai oleh JABARACA sebelum membentuk Perpusdes Winduraja Membaca. Kegiatan tersebut sangatlah bermanfaat bagi kami untuk menambah wawasan dan pengalaman kita terkait dengan perpustakaan.

Setelah kami mempunyai bekal untuk mengelola perpustakaan, langkah selanjutnya adalah merumuskan kegiatan apa saja yang akan dilakukan ke depan. Pada dasarnya untuk mempromosikan atau mempublikasikan lembaga perpusdes ini harus adanya kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Kegiatan pertama yang kami lakukan adalah munggahan bersama Perpusdes Winduraja Membaca. Di dalamnya terdapat beberapa lomba seperti lomba ngaliwet, gubyag (menangkap ikan di kolam dengan tangan kosong), balap rarakitan, dan baca puisi. Kegiatan ini benar-benar meriah. Hampir seluruh masyarakat desa Winduraja ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kegiatan yang dibuka oleh aparatur pemerintah dari kecamatan Kawali ini selain untuk mempromosikan Perpusdes Winduraja Membaca juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar kampung yang ada di desa Winduraja.

dokumentasi pribadi

Kegiatan yang telah kami lakukan selanjutnya adalah menambah titik-titik sudut baca di daerah Winduraja untuk mengajak masyarakat desa Winduraja gemar membaca. Kami melakukan koordinasi dengan beberapa pihak seperti pemilik toko Arif Cell yang bersedia menjadikan lapak dagangnya sebagai mitra Perpusdes Winduraja Membaca, pos ronda yang dinamai POSRONCA (Pos Ronda Membaca) tempat kami memfasilitasi buku yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan MI Winduraja dengan membuat perpustakaan sekolah yang dinamai perpustakaan Hasanah. Tujuan kami bermitra adalah untuk membiasakan masyarakat membaca buku dan memfasilitasi mereka agar gemar membaca.

dokumentasi pribadi

Kami juga melaksanakan kegiatan di bidang olahraga. Setiap tahunnya kami selalu mengadakan perlombaan futsal dan sepak bola. Acaranya sangat meriah. Animo masyarakat sangat luar biasa. Acara ini dibuka oleh pak camat kecamatan Kawali.

Kegiatan tahunan lainnya adalah mengadakan kegiatan pengobatan alternatif ala nabi. Kegiatan ini dapat terlaksana berkat kerja sama antara Perpusdes Winduraja Membaca dengan Dompet Dhuafa Jawa Barat. Kami juga mengadakan kegiatan bertema Bantuan Sosial dengan menggelar pasar murah. Siapa yang membeli sama juga bersedekah karena hasil dari penjualan seluruhnya akan diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Sedang setiap minggunya kami selalu gelar buku di kegiatan CFD (Car Free Day) yang dilaksanakan di alun-alun Surawisesa Kawali.

dokumentasi pribadi

Dengan berbagai kegiatan yang telah kami lakukan, eksistensi Perpusdes Winduraja Membaca semakin dikenal oleh masyarakat. Banyak bantuan-bantuan berupa buku dan fasilitas lainnya datang dari berbagai pihak. Pengunjung setia yang sering meluangkan waktunya untuk membaca di Perpusdes Winduraja Membaca semakin bertambah dari berbagai kalangan masyarakat sehingga menjadi motivasi bagi kami untuk terus menyebarkan virus kebermanfaatan bagi orang lain.

Dika Sumira

Pengelola Perpusdes Winduraja Membaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: