SEDIKIT GAMBARAN MENGENAI GERAKAN LITERASI DI JAWA BARAT

dokumentasi pribadi

 

Tulisan ini sederhana saja. Gambaran saya tentang kegiatan literasi di Jawa Barat ini, hanya selintas. Yang saya ketahui, gerakan literasi di Jawa Barat mulai menujukkan perkembangan yang naik. Tahun 2014, saat saya mulai memasuki gerakan literasi, ada banyak Taman Bacaan Masyarakat yang telah tumbuh. Misalnya di kabupaten Bandung ada Sudut Baca Soreang, TBM Cingcin Membaca, TBM Arjasari, TBM Lebakwangi, Rumah Baca Kali Atas, TBM Kawah Sastra Ciwidey, dan TBM Ambu Seba, serta beberapa rumah baca yang dikelola secara mandiri, selain TBM dibawah PKBM. Di Kota Bandung ada TBM PKBM Sukamulya Cerdas, yang berkembang kemudian setelah ToBucil, sebuah toko buku yang mempunyai kegiatan literasi berbasis buku dan punya jaringan luar negeri. Ada juga komunitas gerobak baca, serta mobil baca keliling setiap malam minggu di daerah Dago, selain Rumah Baca Cemara yang juga memberikan layanan baca serta pelibatan masyarakat berupa tur literasi ke tempat-tempat wisata yang berhubungan dengan geografi Bandung Purba.

Di Kabupaten Bandung Barat, tumbuh TBM Lingkungan Cibungur yang banyak berkegiatan, serta mendapat bantuan Kominfo berupa mobil kecamatan yang dilimpahkan saat rumah pintar yang dikelola SIKIB berhenti. Kini di KBB tumbuh beberapa TBM seperti TBM Asy-syifa Pembangunan yang banyak menggerakkan kaum muda, TBM Mahawarman, TBM Bhakti Mandala Muda yang berbasis karang taruna dan pemuda pengangguran, TBM Citapen Berkah yang dikelola seorang dosen dan banyak sekali berkegiatan, TBM Zakiyah yang berbasis literasi kesehatan, TBM Kai cantigi yang banyak mengelola lingkungan perhutanan dan pengairan, TBM Teratai Bambu yang berbasis hasil gotong royong masayarakat dan bergerak dalam bidang keagamaan serta bank sampah, juga TBM Kampung Belajar yang dikelola para pemuda di daerah pertanian, dan TBM Bengkel Seni yang bergerak di bidang wisata dan gerakan literasi anak muda dan sekolah dasar. Ada pula TBM PKBM Arrozak yang juga mennggerakan pelajar dan masayarakat dalam bidang pendidikan, selain TBM PKBM Al Azzam yang juga fokus pada dunia pendidikan anak dan remaja.

dokumentasi pribadi

 

Selain TBM, Bandung Barat memperlihatkan geliat di Perpustakaan Desa, yakni di Desa Cililin, Cinta Karya, Mekarmukti, Baranangsiang, Cilame, Cimareme, Cipeundeuy, Padaasih, Giriasih, Cilangari, Bojong, Bojong Salam, Rancasenggang, Cibodas, Kertawangi, Rende, Nanggeleng, Saguling, dan Batujajar Timur. Desa-desa yang masuk ke dalam program Perpuseru dari Cocacola Foundation (CCFI) ini, juga bergerak bersama dan ada bantuan buku dari USAID dan Asia Foundation, sebagaimana halnya kota-kota atau kabupaten lain.

Pandangan saya tentang pergeralan literasi di Jawa Barat, memang tak lepas dari bantuan dari Program Perpuseru-CCFI, yang telah membantu peralatan komputer dam pendampingan ke Perpusda di Subang, Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Bogor, Cianjur, Kuningan, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Garut. Program ini telah banyak menggerakan Perpusda dan Perpusdes serta TBM melakukan keguatan advokasi, kemitraan, serta pelibatan amsyarakat, dengan sasaran perempuan, pemuda, dan UMKM, dengan titik tekan pada bidang kesehatan, ekonomi, dan pendidikan.

Di Kabupaten Sukabumi, baik kota maupun kabupaten, yang juga tersentuh program Perpuseru, kegiatannya berlangsung makin baik dan variatif, misalnya pelatihan kerajinan tangan, kelas bisnis, hingga kelas kreasi lainnya. Mereka juga telah bekerjasama dengan Bukalapak.com dalam bidang pemasaran online. Pelatihan tersebut, juga direncanakan berlangsung di kota/kabupaten lain yang menjadikan perpustakaan sebagai mitra sekaligus pusat berkegiatan.

dokumentasi pribadi

 

Di Garut, ada komunitas yang sangat menonjol dan telah banyak menarik perhatian nasional, yakni Komunitas Ngejah. Mereka membuat TBM yang banyak menyedot anak-anak hingga dewsa untuk membaca serta berkegiatan. Salah satu kegiatannya yang telah mapan atau rutin ialah pelatihan jurnalistik pelajar serta gerakan kampung membaca.  Gerakan tersebut menjadikan beberapa kampung di berbagai desa sebagai titik layanan baca.

Di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya,  gerakan literasi juga tumbuh yakni dengan keberadaan Sanggar Sastra Tasik yang juga membuat TBM Puitika. TBM ini bergerak dalam layanan baca untuk umum, serta diskusi budaya, lomba baca puisi, hingga penerbitan dan pengiriman para sastrawan lokal ke berbagai kegiatan sastra nasional di berbagai provinsi.

Beberapa penggerak literasi, juga tumbuh di kampus-kampus, seperti ITB, UPI, UIN, Unpad, Unsil, Unpak, Unswagati, Wiralodra, dan Unjani, serta beberapa kampus lain sepeti ISBI (dahulu ASTI). Literasi di kampus umumnya lebih bertitik tekan pada diskusi, pagelaran lomba sastra, serta hibah buku ke perpusdes dan TBM.

Beberapa gerakan literasi, umumnya juga digerakkan sastrawan, misalnya di Tasikmalaya (Acep Zamzam Noor dan Seaful Badar), Ciamis (Godi Suwarna, Kidung Purnama, Noer JM), Garut (Ratna Ayu Budhiarti), Kuningan (Pandu Ahamzah), Majalengka (Sigit Sulistyo dan Arief Yudi), Cianjur (Yusuf Gigan, Adam Jabar, Iwan B Setiawan), Subang (Wawan Renggo), Purwakarta (Ayi  k Iskandar), Sumedang (Dadan S.) Cirebon (Alwy, Tanti Skober), Indramayu (Aas Adiwijaya, Nurochman Sudibyo), Kota Bandung (Sony Farid, Mat Don, Dedy Koral, Iman Soleh, Yusef dan Fery Curtis), dan beberapa kota lain digerakkan oleh komunits sastra, seperti di Karawang, Bogor, Sukabumi, Banjar/Pangandaran.

dokumentasi pribadi

Sedangkan beberapa Perpusdes yang menonjol di antara ialah Perpusdes Kumandang Cikandang Garut, yang bergerak dalam layanan baca dan internet, serta berfokus pada pertanian. Di Indramayu, tumbuh Perpusdes Majasari yang juga banyak memberikan layanan baca, e-book, dan pelatihan komputer. Sedangkan di KBB, ada Perpusdes Cililin yang banyak melakukan kegiatan kreatif dan variatif, yang juga melibatkan karang taruna, ibu PKK, dan kelompok keagamaan,selain para Guru SD dan PAUD serta komunitas kreatif. Selain itu ada Perpudes Nanggeleng yang berkegiatan dalam bidang kesehatan, keagamaan, pelatihan komputer, kesenian buhun, dan kerajinan tangan selain kuliner dari jamur.

Memamg masih banyak pula kelompok atau pun penggerak yang belum terdeteksi, yang mungkin belum mempublikasikan komunitas literasinya di Feacebook maupun media sosial lainnya. Namun beberapa yang telah disebutkan umum nya sangat aktif di media sosial facebook dan instagram.

Pengamatan ini tentu masih jauh dari sempurna, dan baru analisa sederhana saja.

Edward Jayadiningrat

Sastrawan dan penggiat literasi di Jawa Barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: