SEHARI BERSAMA KANG MAMAN

Alarm dari ponsel membangunkanku dari tidur. Tepat, aku bangun pukul 06.00. Pagi yang begitu cerah di hari minggu di akhir bulan Februari. Segera aku bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan seluruh badanku. Mandi pun beres dan setelah berpakain, aku menyiapkan buku-buku untuk di masukkan ke pannier (tas sepedah). Aku Ipul Saepulloh (25). Aku punya Taman Baca di tempat tinggalku. Taman Bacaku masih minim, baru satu rak buku yang aku bikin sendiri untuk menyamankan semua buku. Taman bacaku bernama PANTI BACA CERIA, yang berlokasi di dalam Gang belakang kantor Dinas Pendidikan Sumedang.

Kegiatan hari Mingguku adalah berbagi keceriaan dengan orang-orang, khususnya masyarakat di kotaku, yaitu Sumedang.  Kegiatan taman bacaku adalah Sapedah Baca. Kenapa Sapedah Baca ?

Yaps, aku membawa buku dari kontrakanku ke tempat tujuan dengan menggunakan sepeda. Aku lapakan buku-buku secara gratis untuk dibaca orang lain. Sapedah Baca sudah beroprasi di sekitaran Sumedang Kota, hampir 10 bulan sejak aku merintis taman bacaku.

Minggu itu, tanggal 26 Februari 2017, jam menunjukkan pukul 07.35 WIB. Aku tiba di tempat biasa aku melapak yaitu di pinggir trotoar Alun-alun Sumedang. Bila hari Minggu, jalanan di sekitar alun-alun selalu di pakai Car Free Day, sehingga banyak pengunjung yang juga mampir ke lapak bacaku.

Aku keluarkan alas dari banner bekas sebagai alas buku. Semua buku aku keluarkan dari dalam pannier. Setelah tertata dengan rapi, aku memasang banner logo taman bacaku sebagai latar. Alhamdulillah, jumlah orang yang berkunjung ke lapakan bacaku semakin bertambah tiap minggunya.

dokumentasi pribadi

Saat aku membereskan lapakan setelah Car Free Day berakhir, temanku melihat ke suatu pojokkan trotoar dengan teramat serius. Aku penasaran, dan ternyata ada satu banner iklan besar terpampang disana dengan menampilkan wajah Kang Maman Suherman, yang tidak asing lagi bagiku. Yaps, itu Kang Maman Suherman yang sering aku lihat di televisi di acaranya ILK (Indonesia Lawak Klub) yang biasa di sapa dengan panggilan Kang Maman Notulen.

Isi dari banner itu adalah acara GERAKAN SUMEDANG LITERASI yang diselenggarakan oleh Koran Sumedang Ekspres yang mengundang Kang Maman Suherman dan tokoh Literasi lainnya. Acaranya, hari Kamis tanggal 02 Maret 2017 dari jam 08.00-11.30 WIB di Asia Plaza Sumedang.

dokumentasi pribadi

Malamnya, aku buka akun Instagram @pantibacaceria dengan meminjam ponsel android temanku yang tadi mendokumentasikan kegiatanku. Ada suatu pemberitahuan komentar yang menandaiku. Komentar yang menandai dan memberitahuku untuk datang ke acara GERAKAN LITERASI SUMEDANG. Aku balas komentarnya dengan senang hati aku siap datang. Aku Upload foto kegiatanku tadi pagi dan aku tandai akun Kang Maman, dengan harapan dibalas beliau melalui komentar di upload-anku tadi.

Rabu tanggal 01 Maret 2017 aku baru buka akun instagramku kembali. Banyak pemberitahuan. Salah satunya, Kang Maman membalas komentarku. Beliau mengajakku untuk datang besok ke acaranya. Aku tak sabar untuk hari esok. Aku balas komentarnya. Aku log out akunku dan ku kembalikan ponsel temanku.

Hari Kamis tanggal 02 Maret 2017, hari dimana aku tidak mandi lagi karena terburu-buru oleh suatu hal. Yaps, suatu hal. Hari itu hari acaranya GERAKAN SUMEDANG LITERASI yang akan di mulai pada pukul 08.00 WIB. Baru ingat, sepedaku tidak ada di tempatku, semalam aku titipkan sepedaku di Kedai Kopi milik seorang teman. Karena kondisi badanku tidak enak, aku dihantar teman menggunakan sepeda motor ke tempatku.

Segera aku keluar menuju ke acara tersebut sendirian dengan menggunakan angkutan umum. Sumpah, aku baru pertama kali ini menginjakkan kakiku di Asia Plaza Sumedang. Padahal tiap hari sering aku lewati bila aku ke daerah bunderan Alam Sari. Aku seperti orang yang baru masuk ke sebuah mall saja, pikirku.

Tiba aku di acara itu. Mungkin ada ratusan orang di acara itu dari mulai pelajar SMP, SMA/K, Mahasiswa, Guru/Dosen dan pengunjung lainnya duduk menghadap panggung acara. Aku jalan mencari tempat duduk. Sambil jalan aku mencari sosok Kang Maman juga. Ternyata Kang Maman sedang dikerumuni para pelajar yang mengajak untuk ber-selfie. Aku lewat ke kerumunan itu. Tak di sangka, Kang Maman melihatku dan aku tersenyum kepadanya. Kang Maman menyapaku, segera aku menghampiri dan bersalaman dengannya.

Dapat tempat duduk di belakang, aku bertemu temanku disana, seorang pengajar. Aku berbincang-bincang ngobrol sana-sini. Ternyata Kang Maman belum memberi materi di panggung. Tanpa diduga, Kang Maman menghampiriku. Sedikit mengobrol dan berfoto dengan Kang Maman. Kang Maman pamit untuk ke belakang panggung. Mungkin persiapan buat giliran Kang Maman naik ke panggung untuk memberi materi.

Seseorang menghampiriku. Tak asing lagi bagiku, ternyata itu Pak Andri, panitia penyelenggara acara tersebut. Yah… aku masih ingat. Pak Andri dulu pernah bertemu denganku di Car Free Day Sumedang. Pak Andri bekerja di Koran Sumedang Ekspres. Aku lalu bersalaman dengan Pak Andri, dia mengatakan sesuatu kepadaku, “kata Kang Maman, nanti Ipul ke panggung juga yah, Kang Maman mau ngasih beberapa buku.”

Giliran Kang Maman yang memberi materi kepada semua peserta yang datang ke acara itu tiba. Sedikit berkeringat, padahal suhu di dalam sana terasa dingin karena AC. Mungkin aku nervous dan tak percaya juga bisa diajak ke panggung dan dikasih buku sama Kang Maman. Kang Maman mendukung dan menyebutkan semua kegiatan taman bacaku Sapedah Baca. Di atas panggung sana, Kang Maman memanggilku. Aku lalu menenangkan diri dan mengatur nafas sambil berjalan ke panggung. Di panggung, aku dikasih beberapa buku oleh Kang Maman.

dokumentasi pribadi

Turun di panggung aku segera mencari sesuatu yang bisa mewadahi tumpukkan buku di lenganku yang kupegang erat. Akhirnya aku ke stage panitia untuk meminta kardus bekas untuk mewadahi buku. Panitia memberikan kardus bekas, aku masukkan buku buku pemberian Kang Maman ke dalam kardus itu. Aku kembali ke tempat dudukku semula. Banyak yang mengucapkan selamat kepadaku, sambil lihat-lihat buku dalam kardus. Ada juga sedikit wawancara kepadaku dari stasiun TV lokal di kotaku.

Kang Maman selesai memberiakan materi, dan turun dari panggung. Baru turun dari panggung, Kang Maman langsung dikerumuni lagi oleh beberapa orang. Aku tidak mau menganggu kerumunan itu, padahal aku masih mau mengucapkan banyak terimakasih kepada beliau, dan sedikit mengobrol. Tapi, ya sudahlah. Dengan beliau memberikan buku dan mendukung kegiatan taman bacaku juga, aku sudah sangat senang.

Keluar dari Asia Plaza, udara panas menyambutku. Andai saja aku punya pulsa, mungkin aku bisa menghubungi teman untuk menjemputku dan mengantarkanku ke rumah. Karena barang bawaanku dalam kardus lumayan berat. Tak apalah aku berjalan kaki, sekalian mau mengambil sepedaku yang semalam dititipkan di kedai kopi teman. Lumayan jauh jarak dari plaza itu ke kedai teman. Berjalan sambil membawa kardus yang lumayan berat dan panasnya terik matahari tak bisa mengalahkan kesenanganku saat itu.

Sesampainya di taman bacaku, aku segera membuka kardusnya. Buku-bukunya bagus, beberapa buku karya Kang Maman sendiri. Aku rapikan ke rak bukuku yang sudah penuh dengan harta karun ku (buku). Tersusun rapi semuanya. Aku berangkat lagi meninggalkan taman bacaku, menuju sekertariat UKM kampus STMIK Sumedang. Setelah tiba di sekertariat aku langsung buka laptop teman, untuk browsing dan cek social mediaku. Facebook aku buka dengan akun pribadiku. Ada dua pesan baru. Kubuka pesan itu, keduanya meminta no teleponku. Ternyata kedua pesan itu dari temanku salah satu kepala sekolah Internasional dan yang satu lagi dari Koran Sumedang Ekspres, panitia penyelenggara acara tadi.

Aku balas kedua pesan itu. Ponselku berbunyi, panggilan telepon masuk. Entah siapa yang menelepon, karena hanya nomor saja. Mungkin yang tadi minta nomor teleponku. Aku angkat, benar. Itu yang barusan minta no teleponku dari salah satu panitia penyelenggara acara tadi, Pak Andri. Di telepon, Pak Andri menanyakan keberadaanku saat itu. Beliau menyuruhku kembali ke Plaza tadi, karena Kang Maman masih ingin ngobrol. Aku tidak panjang lebar lagi menjawab.

“Siap, pak aku kesana sekarang.”

Aku mengajak salah satu temanku di sekre untuk mengantarku ke Plaza. Dia mau mengantarku, sekalian ingin difoto bareng Kang Maman ILK, katanya.

Tiba di Plaza aku langsung menemui Kang Maman yang sedang duduk berdua, mungkin itu muridnya. Kami bersalaman, aku merasa canggung karena biasanya aku lihat beliau di televisi, sekarang aku bisa duduk bareng dan mengobrol tentang semua kegiatan taman bacaku. Beberapa menit kemudian, Pak Andri datang bersama temannya menghampiri kami. Ada lagi teman aku yang datang yaitu salah satu kepala sekolah yang tadi menanyakan nomor teleponku di facebook. Kami mengobrol seputar dunia literasi dan tentang kota di daerahku.

Hari sudah gelap, mungkin waktunya makan malam. Obrolan masih banyak, tapi kami harus meninggalkan tempat itu dan mencari tempat untuk makan malam. Temanku yang kepala sekolah dan muridnya Kang Maman pulang. Aku diajak Kang Maman untuk ikut ke tempat makan, karena masih ada yang harus diobrolkan katanya. Kami meninggalkan Plaza itu.

Di tempat makan, kami memesan beberapa menu makanan. Kang Maman menyuruhku bergeser tempat duduk, berhadapan dengannya, supaya ngobrolnya enak. Masih seputar tentang kegiatan taman bacaku dan keseharianku yang diobrolkan. Kang Maman sangat mendukung sekali dengan kegiatan taman bacaku di Sumedang. Hidangan makan malampun tiba di meja kami. Kami segera menyantap makanan, sambil masih mengobrol. Selesai makan Kang Maman sibuk dengan tabletnya. Sesekali dia bertanya kepadaku, dan sibuk lagi dengan tabletnya.

dokumentasi pribadi

Kang Maman ternyata sibuk memposting kegiatan taman bacaku di semua akun social media beliau. Mempromosikan untuk yang mau berdonasi buku. Kang Maman meminta nomor teleponku. Hari ini aku senang sekali bertemu dengan beliau. Ponselku berbunyi, tanda panggilan masuk yang mendesakku untuk segera beranjak. Aku segera pamit kepada Kang Maman, Pak Andri, dan temannya. Sebetulnya, aku masih ingin mengobrol panjang lebar lagi, tentang pengalaman beliau yang begitu luas di dunia literasi. Mungkin di lain waktu kita bertemu kembali.

Pengalaman satu hari bertemu Kang Maman, itu suatu yang membanggakan terhadap diriku. Banyak hal yang menarik dari pengalaman beliau. Panjang Umur selalu Kang Maman.

Ipul Saepulloh

pengelola panti baca ceria sumedang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: