LOMBA BACA PUISI DI KERAMAIAN

dokumentasi pribadi

Setelah acara akbar di Sumedang, Gerakan Literasi Sumedang, yang mengundang tokoh gerakan literasi yang sudah menyebarkan virus literasi hampir ke setiap pelosok di negeri ini, Kang Maman Notulen, Panti Baca Ceria akan mengadakan kegiatan bekerja sama dengan Sumedang Ekspres.

Saat berbagi informasi dan sharing dengan Kang Maman, saya dan tim Sumedang Ekspres di beri ide untuk gerakan selanjutnya di Sumedang, “Bikin saja acara lomba baca puisi, di lapakan Panti baca Ceria. kalau bisa para petinggi juga diundang untuk hadir dan ikut serta membaca puisi. Nanti hadiahnya saya berikan satu set buku saya.”

Mendapatkan ide itu, tim dari Sumedang Ekspres langsung menyebarkan informasi itu di media cetaknya. Hari minggu sebelumnya seperi biasa saya melapak dengan sepeda saya. Tim Sumedang Ekspres pun ikut serta meramaikan lapakan saya sekaligus mempromosikan kepada seluruh yang hadir di Car Free Day Sumedang.

“ayo bagi pengunjung CFD yang mau ikutan lomba puisi minggu depan di lapakan Panti Baca Ceria segera daftar. Pendaftaran gratis !!!” begitu ucapan penuh semangat dari General Manager Koran Harian Sumedang Ekspres, Pak Handri.

Beberapa pengunjung di CFD pun tertarik dan mendaftar.

Tanpa mau kalah dengan semangat Pak Handri, esoknya saya langsung pinjam laptop teman yang ada aplikasi untuk membuat desain. Saya bikin flyer untuk menyebarkan kembali informasi lomba puisi itu di media sosial. Flyer saya sebar di semua akun media sosial saya. Tak berapa lama bermunculan pemberitahuan dari orang – orang yang mau mendaftarkan diri. H-3 saya dapat kabar dari pak Handri bahwa yang daftar sudah cukup banyak. Dua puluh orang pendaftar. Mulai dari tingkat SMP, SMA/K, Mahasiswa dan Umum.

Seperti biasa, hari Minggu saya bangun pagi dan melakukan persiapan untuk memulai kegiatan Panti Baca Ceria. Ponsel saya berbunyi, ternyata Pak Handri menelepon.

“Masih dimana?” suara semangat Pak Handri dalam telepon.

“Ini mau berangkat, Pak,” jawab saya sedikit berteriak. Maklum ponsel saya jadul, jadi harus keras bicaranya. Segera saya mengayuh sepeda ke CFD walaupun sedikit mengantuk.

Mini stage, pengeras suara, beberapa kursi buat dewan juri dan backdrop sudah terpasang menarik di pinggir tempat saya melapak. Beberapa buku dan alas segera saya keluarkan dari pannier saya. Beberap tim dari Sumedang Ekspres sibuk mengurus instalasi listriknya. Bermunculan para peserta lomba untuk melakukan daftar ulang dan mendapatkan nomor urut. Dewan Juri juga tiba, sudah siap untuk menilai semua para peserta lomba. Begitu juga dengan lapakan saya langsung bermunculan anak-anak untuk membaca buku.

Pukul 07.30 WIB acara dimulai. Dibuka meriah dengan penampilan musikalisasi puisi oleh salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di Sumedang. Peserta pertama naik ke mini stage. Durasi satu orang peserta 3-5 menit. Tak terasa sudah sampai peserta terakhir. Pengunjung sekaligus penonton masih ramai di acara itu. Semua peserta lomba, hampir semua bagus. Mungkin Dewan Juri bingung untuk menentukan pemenang.

peserta baca puisi. dokumentasi pribadi

Salah Satu MC yaitu Teh Dini, menghampiri saya ke lapakan. Menyuruh saya untuk mewakili Panti Baca Ceria membaca puisi, sambil menunggu hasil penilaian dewan juri. Kaget juga sih, di suruh dadakan seperti itu, Akhirnya saya bilang, saya tidak akan membaca puisi. Saya akan menyanyi saja, ada sedikit puisi di lagu itu. Saya pilih lagu dari Fajar Merah yaitu Kebenaran Akan Terus Hidup. Saya persembahkan lagu itu untuk sang Legenda yaitu Wiji Thukul dan semua orang yang mendengar. Untung teman saya masih ada di lapakan, teman saya Andri, seorang musisi. Saya ajak teman saya untuk memainkan gitar yang saya pinjam dari pembuka acara tadi. Akhirnya saya membawakan satu buah lagu itu dengan tanpa latihan.

dokumentasi pribadi

Pengumuman pemenang akhirnya tiba, setelah dewan juri selesai berdiskusi menentukan pemenang. Pemenang terdiri dari Juara Berbakat, Juara Favorit, Juara Tiga, Juara Dua dan Juara Satu. Satu persatu pemenang dipanggil ke depan untuk penyerahan hadiah. Juara Berbakat, Juara Favorit, Juara Tiga, Juara Dua sudah diberikan hadiah berupa piagam penghargaan dan tabungan oleh dewan juri dan tim Sumedang Ekspres. Juara Satu dapat hadiah satu set buku dari Kang Maman Suherman dan tabungan, yang diserahkan langsung oleh Ibunda Kang Maman.

dokumentasi pribadi

Acara selesai. Puji syukur kepada Tuhan penguasa semesta ini, acara kami berjalan lancar, alam mendukung acara kami. Pagi harinya sempat was was juga karena langit mendung, dan hari hari belakangan ini kota kami hujan terus. Walapun acara kami seadanya dan menggunakan tempat pun seadanya. Tapi bagiku pribadi, acara ini guna merangsang dan mengajak masyarakat khususnya Sumedang untuk lebih tahu lagi gerakan literasi.

Ipul Saepulloh

pengelola panti baca ceria sumedang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: