SAYA, BUKU, DAN TBM

gambar diambil dari google image

Assalamu’alaikum, Wr.Wb.

Saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang menikmati kehadiran taman bacaan masyarakat. keantusiasan saya ketika berada di tengah TBM adalah ketika melihat begitu banyak buku yang terjejer dengan rapi, ada perasaan ingin membawa, memilik,i dan membaca buku-buku tersebut.  Di situ saya menemukan salah satu judul buku serial LIMA SEKAWAN yang ditulis oleh ENID BLYTON.

Seingat saya, ketika kelas 2 SD saya selalu meluangkan waktu untuk datang ke gramedia. Sebagai anak SD yang uangnya belum mencukupi untuk membeli buku, saya sering duduk di antara lorong rak-rak buku, walau pegawainya seringkali menegur saya. Orang tua saya, cukup heran melihat saya karena selepas sekolah, saya lebih memilih pergi ke gramedia dibandingkan beristirahat, saya bisa bertahan sampai 2-3 jam membaca (dulu,belum tersedia tempat duduk seperti sekarang)

Oiya ini bukan karena orang tua tidak bisa membelikan buku-buku buat saya, orang tua setiap seminggu membelikan saya 3 buku baru. Ini semua karena saya doyan membaca buku-buku, saya bisa menghabiskan 1 buku paling lama 1 hari. Jarak antara rumah dan gramedia dapat dilalui 3 menit dengan berjalan kaki, kebetulan komplek perumahannya ada di depan gramedia.

Terus kalau ditanya perpustakaan kota, emang tidak ada? Jelas ada, hanya karena jaraknya yang cukup jauh dari rumah dan pernah ke perpustakaan suasananya juga tidak menyenangkaan bagi saya yang berusia 8 tahun. Ruangannya gelap dan beberapa rak buku penuh debu. Pada saat itu, saya memilih gramedia karena menyenangkan, ruangannya terang, buku-buku tertata rapi dan bersih, buku-bukunya beragam.

Nah kalau sekarang, kehadiran TBM yang sudah mulai berkembang di seluruh Indonesia dapat menjadi wadah mengasah potensi, kemampuan dan gudangnya ilmu. Mana HARATIS pula kalau pinjam bukunya. Saya rasa tidak perlu lagi tuh kita harus berjam-jam duduk hanya buat baca buku di toko buku, jika tidak ada keperluan yang lain. Cukup mendatangi TBM terdekat, pilih bukunya, duduk manis dan bisa bawa pulang juga. Apalagi ditambah kegiatan-kegiatan sejenis belajar menulis, melukis, demo masak, dan buanyak lainnya. Itu jadi daya tarik tersendiri buat masyarakat.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Lita Rahman

pernah kuliah di psikologi Unpad Bandung dan relawan Sudut baca Soreang untuk program Perpuseru. Saat ini ngedosen di Prov. Jambi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: