BERBAGI DAN CERIA DI HARI BUKU NASIONAL

RABU tanggal 17 mei 2017, lapakan baca gratis saya, yang biasa menggelar lapakan setiap hari Minggu pagi di sekitar alun-alun Sumedang, menggelar lapakan baca gratis di Gazebo alun-alun Sumedang. Yaps, ini untuk merayakan hari buku nasional 2017.

Saya menyusun konsep acara hari buku nasional. Saya ajak beberapa komunitas pegiat literasi di Sumedang. Kebetulan di Sumedang, sekarang sudah ada wadah untuk orang-orang atau komunitas pegitat literasi, yaitu Forum Literasi Sumedang.

Setelah mereka sepakat untuk berpartisipasi di acara itu, saya menulis nama mereka yang terlibat dalam acara merayakan hari buku ini di flyer. Saya sebar flyer itu melalui media sosial. Saya buat acara ini sesederhana mungkin.

Bagi saya pribadi, yang terpenting adalah silaturahmi antar sesama pegiat literasi dan ikut serta dalam pelibatan masyarakat untuk mengajak masyarakat di sumedang lebih giat lagi dalam hal membaca melalui acara merayakan hari buku nasional ini. Acaranya kita berkumpul bersama, membawa makanan masing-masing untuk makan bersama, lalu menulis, dan baca puisi.

Pukul 14.25 WIB saya melakukan persiapan di perpustakaan kecil. Buku-buku saya masukkan dalam tas, tidak lupa pula banner untuk alas buku. Saya juga membawa gantungan warna warni sebagai hiasan di lapakan. Supaya terkesan meriah. Hahaha.

Saya tiba di gazebo alun-alun pukul 15.00 dengan mengendarai sepeda motor. Saya buka tas, keluarkan banner untuk alas, keluarkan buku – buku untuk disuguhkan kepada semua orang. Aku menulis di sepotong kardus dengan spidol tinta hitam “selamat HARI BUKU NASIONAL 2017”.

dokumentasi pribadi

Semua teman-teman pegiat literasi lainnya sudah berdatangan. Acara di mulai. Semua yang membawa makanan dikumpulkan. Kami berbagi tentang kegiatan masing-masing. Saya membagikan kertas warna pink kepada semua yang datang di acara untuk menulis puisi.

dokumentasi pribadi

Puisi sudah terkumpul. Semua duduk melingkar. Botol di tengah-tengah di putar untuk menentukan siapa yang akan membacakan puisi karya orang lain. Ternyata yang pertama membacakan puisi karya orang lain secara acak itu, saya sendiri. Begitu selanjutnya sambil menikmati yang baca puisi, tidak lupa pula kami sambil berbagi makanan.

Tidak terasa waktu sudah mau hampir magrib, acara kita selesai. Kita berfotoria. Aku membuat tulisan dari setiap lembar kertas folio polos, satu lembar satu huruf. Di satukan semua lembar itu menjadi tulisan H-A-R-I-B-U-K-U NA-SIO-NAL.

dokumentasi pribadi

Ipul Saepulloh

pengelola panti baca ceria sumedang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: