PENTINGNYA ADVOKASI (MEMBANGUN JARINGAN KEMITRAAN)

Sebagai tempat membaca bagi masyarakat, keberadaan perpustakaan atau pun taman baca mampu meningkatkan kemampuan berbahasa masyarakat dalam hal membaca. Selain itu perpustakaan dapat menyediakan berbagai informasi secara utuh, berbeda dengan informasi yang ditampilkan dari media elektronik seperti radio dan televisi. Informasi yang terpotong-potong dari kedua media tersebut sering menimbulkan salah persepsi masyarakat terhadap suatu kebijakan. Jika tidak diantisipasi oleh informasi yang utuh akan membahayakan seluruh tatanan yang sudah baik. Oleh karenanya perpustakaan memiliki peranan yang sangat penting dalam melengkapi informasi yang tidak utuh tersebut.

dokumentasi pribadi. Advokasi ke DISPUSIPDA JABAR

Akan tetapi perpustakaan tidak dapat bekerja sendiri. Ia memerlukan bantuan dari berbagai pihak terutama pemerintah dalam hal kebijakan anggaran. Di sinilah pentingnya para pengelola perpustakaan untuk melakukan audiensi terhadap pemerintah. Audiensi tersebut bertujuan untuk mempengaruhi para penentu kebijakan, legislatif maupun eksekutif agar memperhatikan kondisi perpustakaan maupun taman baca dengan mengeluarkan kebijakan kebijakan yang berpihak kepada pengelola perpustakaan. Baik yang berkenaan dengan pendanaan, hak cipta, teknologi informasi, kebebasan Intelektual, maupun kebijakan lainnya yang mendukung perpustakaan.

Advokasi menuntut adanya perubahan kebijakan dan bukan sekedar rasa simpati dari para politikus terhadap keberadaan perpustakaan unsich. Para pejabat perlu memahami dengan baik peran perpustakaan dan TBM (Taman Bacaan Masyarakat) yang signifikan serta strategis di abad 21 ini dalam meningkatkan angka melek huruf masyarakat.

dokumentasi pribadi. Advokasi ke rumah bapak wakil Bupati Kab. Bandung

Oleh karenanya pengelola perpustakaan dan TBM perlu mengemas berbagai kebutuhan yang diperlukan, ke dalam bentuk program yang mudah dipahami oleh para stakeholder. Kemasan tersebut harus menampilkan kegiatan sehari-hari yang dilakukan pengelola bukan hanya sekedar pesan kosong, jangan sampai terjadi ”gagah di dunia maya tetapi gagal di dunia nyata”. Karena ke depannya pesan awal yang ditampilkan kepada para pejabat tersebut dapat menjadi media promosi yang murah dan efektif mengingat pesan kita langsung mengena pada pembuat keputusan. Dan yang perlu kita sampaikan pula kepada mereka bahwa “perpustakaan dengan berbagai jenisnya adalah aset dan investasi jangka panjang bangsa, mereka bukan beban yang akan menghabiskan anggaran negara”. Selamat beraudiensi, jangan lelah untuk literasi.

Abdul Holik

Pengelola TBM Arjasari Kabupaten Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: