PAULO COELHO : THE WINNER STANDS ALONE

gambar diambil dari fajriandika.wordpress.com

Jika Anda membaca novel-novel karya Paulo Coelho seperti Alchemist, Aleph, Zahir, Veronika Memutuskan Mati, dan lainnya tentu akan sangat berbeda dengan novel The Winner Stands Alone atau Sang Pemenang Berdiri Sendirian. Perbedaanya terletak pada setting cerita yang hanya berlokasi di Festival Film Cannes Paris Perancis tempat bekumpulnya kaum super elite, mereka yang telah sukses di dunia mode dan Film. Tentu saja bukan hanya di setting cerita namun sudut pandang pengarang yang mengolah tempat, waktu, dan peristiwa menjadi lebih familier. Bisa dibilang glamor tetapi tetap sederhana.

Bagi sebagian orang atau artis, Cannes merupakan impian untuk segera ingin diwujudkan. Mereka akan berupaya untuk menjadi artis papan atas dengan segala cara. Jangan heran, perilaku mereka pun beragam. Jangan berbicara moralitas, jangan bicara tatakrama, jangan berbicara halal dan haram, tepatnya adalah dekadensi moral secara umum.

Selain setting dan sudut pandang pengarang yang berbeda, kehadiran tokoh Igor Marlev juga memberi kejelasan kedudukannya sebagai tokoh utama. Tokoh antagonis namun justru memainkan peran sentral. Igor adalah sang pembunuh. Kekecewaan terhadap isterinyalah yang pergi dan menikah dengan desainer ternama. Hamid sang desainer membuat Igor menjadi tertekan. Igor Marlev bukan artis, bukan juga model tapi ia adalah pengusaha Rusia. Semacam psikopat, Ia membunuh orang-orang yang biasa sampai sutradara terkenal dengan cara elegan. Pembunuhan itu dilakukan sebagai sebuah tanda dan pembuktian bahwa Igor suatu saat akan melakukan hal yang sama pada isterinya dan suaminya.

Akhir novel ini sama dengan novel-novel sastra yang lainnya. Jangan harap Anda akan menemukan ending dengan tertangkapnya Igor sebagai pelaku pembunahan atau Ewa (isteri Igor) dan Hamid berjalan mulus. Keduanya mati. Sementara Igor berdiri sendirian sebagai pemenang.

Membaca novel ini seperti membaca novel detektif, penuh misteri dan teka-teki. Didalamnya, terjadi beberapa kali pembunuhan dan dilanjutkan dengan penyelidikan polisi. Itulah yang benar-benar membedakan novel ini dengan novel yang lain karya Paulo Coelho. Selamat membaca.

Agus Sopandi

Pengelola Rumah Baca Kali Atas Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: