PERPUSJAL BEKASI HADIR DI UPACARA BENDERA ALA PENCAK SILAT

dokumentasi pribadi

Ada yang unik dari peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke 89 Tahun 2017 di Lapangan Kantor Kecamatan Rawalumbu Kota Bekasi, Minggu 29 Oktober 2017. Beberapa perguruan silat bergabung dengan komunitas dan organisasi mengikuti upacara yang dihelat gagas oleh Generasi Muda dan Srikandi Silat Budaya ini.

Tampak pula barisan dari elemen masyarakat, ormas, komunitas, dan klub. Beberapa komunitas literasi ikut meramaikan upacara ini seperti TBM Rumah Pelangi, TBM Rumah Warna, dan Perpusjal Bekasi.

“Kami diajak oleh seorang kawan,” kata Bayu, relawan di Perpusjal Bekasi. “Katanya kami bisa buka lapak setelah upacara bendera selesai. Menurut saya ini kesempatan yang baik untuk kami bersosialisasi dan mengenalkan kegiatan literasi pada orang-orang termasuk pegiat seni pencak silat.”

dokumentasi pribadi

Tema “Pemuda Indonesia Berani Bersatu” dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 89 Tahun 2017 ini menampakkan kekompakan berbagai elemen yang menghadiri prosesi upacara ini.

Dipimpin oleh Mardani selaku ketua umum Gerakan Moral Silaturahim Pelestarian Silat Budaya Betawi Bekasi upacara berlangsung khidmat dan lancar. Dian Herdiana.M.S.I, Camat Rawa Lumbu, selaku pembina upacara dalam sambutannya sangat mengapresiasi upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dikombinasikan dengan pendekatan budaya ini.

Bayu merasa senang dengan diadakannya upacara ala pencak silat ini.

“Kalau melihat langsung upacaranya, ini adalah perpaduan aplikasi pencak silat dalam upacara bendera. Unik banget dan out of the box. Saya senang karena sedikit-sedikit jadi bertambah pengetahuan saya tentang kesenian pencak silat,” katanya.

Ketika upacara bendera berakhir, perpusjal membuka lapak buku. Buku-buku yang mereka bawa ada yang untuk dipinjamkan dan ada juga yang untuk dibagikan secara gratis. Buku-buku yang dibagikan tersebut adalah donasi dari Langit Tjerah.

dokumentasi pribadi

“Saya senang dengan respon orang-orang. Beberapa orang sempat bertanya-tanya tentang kegiatan kami. Ada juga yang datang untuk ikut membaca buku yang kami bawa. Rombongan pesilat kecil juga sempat mendatangi kami. Dan, buku-buku yang kami bawa untuk kami bagikan habis dibawa orang-orang,” Kata Bayu lagi.

Di hari peringatan sumpah pemuda ini, teman-teman Perpusjal Bekasi berharap semoga pemuda-pemuda bisa lebih peka dan bersatu untuk menyelesaikan masalah terkait literasi dan sosial. Khususnya untuk pemuda Bekasi sendiri.

“Kita bukan tinggal di Jakarta atau Bandung yang banyak mendapat fasilitas dari pemerintah daerahnya. Itu harus membuat kita selalu semangat dan fokus dalam menjalani aktivitas di komunitas kita dan terus berkarya,” ujar Bayu menyampaikan harapannya.

Bisot

Pembina TBM Rumah Pelangi Bekasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: