CERITA DUKA DARI KARAWANG HINGGA AKU DAPAT TERBANG

dokumentasi pribadi

Esih Sukaesih, itulah namaku.Tapi bisa dipanggil dengan sebutan Esih. Aku gadis kelahiran Karawang pada tanggal 10 Februari 1998. Aku anak dari Bapak Dohim (alm) dan Ibu Nuriyah. Aku anak ke-3 dari 3 bersaudara. Kakak pertamaku bernama Muhidin dan kakak keduaku bernama Laelatul Wahidah. Kedua kakakku, alhamdulillah, sudah berkeluarga dan dikaruniai anak yang lucu-lucu. Aku memulai dunia pendidikan di SDN CIKALONG IV, tepatnya sekolah yang terdapat tidak jauh di kampungku dan lulus pada tahun 2010, hingga mendapatkan ijazah. Lalu,aku melanjutkan sekolah ke MTS Al-Kautsar 1 Bayur, Cilamaya Kulon, Karawang. Di MTs aku mengikuti ekstrakurikuler drumband, karena aku menyukai musik.

Pada saat menginjak kelas 8 di tahun 2012, corps drumband di sekolahku yaitu corps drumband GBM (Gita Bahana Mahardika) mengikuti sebuah perlombaan drumband tingkat kabupaten, dan alhamdulillah mendapatkan juara pertama se-kabupaten. Kami berhasil membawa piala dari Kabupaten Karawang untuk sekolah. Aku lulus dari MTs pada tahun 2013, dan mendapatkan ijazah. Setelah mendapatkan ijazah aku meninggalkan Karawang untuk melanjutkan sekolah dan juga berpisah dengan sahabatku yaitu Siti Toyibah. Aku melanjutkan sekolah ke kota kembang (BANDUNG), dan aku tinggal bersama kakak perempuanku. Karena biaya sekolah di Karawang sangatlah tinggi. Sedangkan, aku mempunyai kendala pada biaya sehingga itu yang menyebabkan aku harus meninggalkan kota kelahiranku dan melanjutkan sekolah di Bandung.

Kakak mempunyai kenalan bernama Pak Wildan. Beliau mempunyai sebuah lembaga bernama Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pengelolaan Lingkungan Cibungur yang terletak di kampung Cibungur desa Batujajar Kabupaten Bandung Barat, dan aku pun diperkenalkan dengan beliau. Aku kemudian menjadi relawan disana. Alhamdulillah selama itu, aku tidak mempunyai kendala biaya di sekolah karena mendapat beasiswa dari berbagai universitas seperti ITB,UNPAD, dan sebagainya melalui TBM.

Di TBM Aku pun ikut mengelola bahan pustaka dan keuangan bersama Yulin, relawan seusiaku yang sama-sama menerima beasiswa, seperti yang kuterima. Aku juga kadang ikut acara yang diadakan di TBM, maupun di tempat lain yang dikelola atau difasilitasi oleh TBM Cibungur. Tiga Komputer dari Perpuseru CCFI, kumanfaatkan untuk diriku serta melayani para pengunjung. Aku belajar menulis, dan mencoba beberapa program yang ada, seperti word, excel, dan tentu saja membuat katalognya bersama Yulin.

Terkadang memang capek. Lelah. Apalagi TBM kami sering dikunjungi banyak orang. Baik dari mahasiswa, sesama pengelola TBM, pejabat Dinas Pendidikan Bandung Barat dan Provinsi, pejabat Perpustakaan Bandung Barat dan Provinsi sampai Nasional. Termasuk kelelahan kalau lagi banyak acara pelibatan masyarakat. Namun aku harus tetap memelihara semangat selain kesehatanku. Meski kadang-kadang ada rasa galau, semangat hidupku mencoba menghalaunya.

dokumentasi pribadi

Selama SMA, aku juga bergabung dalam sebuah vokal grup bernama Azalia Voice. Azalia Voice dibentuk pada bulan November 2014. Terdiri dari 5 personil yaitu Ismi nurhalimah, Muhammad Zaenal A.F , Nada Tsamrotun Nadwah yang merangkap sebagai pemain keyboard, Yulina Maryani, dan yang terakhir saya, Esih Sukaesih. Namun, Azalia voice kini hanya tinggal 4 personil karena salah satu personil mengundurkan diri yaitu Yulina Maryani.

Alhamdulillah berkat dukungan bapak kepala sekolah serta semangat dan kerja keras kami, kini Azalia Voice telah rekaman beberapa lagu seperti : Dalam Rindu, Menjaga Waktu, Waktu, Inikah, dan Romantika yang terdapat pada album yang berjudul “ DALAM RINDU”

Selain itu, Azalia voice juga sering menerima undangan untuk mengisi di beberapa kegiatan seperti:

  1. Jabar book fair pada tanggal 08 november 2015 yang diadakan di Pusdai Bandung yang di selenggalakan oleh panitia Jabar book fair
  2. Pesta Pendidikan pada tanggal 25 Februari 2017 yang di bertempat di balai kota Bandung yang diselenggarakan oleh panitia pesta Pendidikan
  3. Expo Albidayah pada tanggal 11-13 Februari 2017 yang bertempat di Batujajar, Bandung Barat yang diselenggarakan oleh SMA ALBIDAYAH
  4. Rakorda jabar hanura pada tanggal 21 April 2017 yang bertempat di hotel Homan Bandung yang diselenggarakan oleh panitia rakorda
  5. Mabit akbar pada tanggal 01 Oktober 2016 yang bertempat di SMAN 1 CILILIN yang diselenggarakan oleh SMAN 1 CILILIN
  6. Radio pada tanggal 09 Oktober 2016 yang bertempat di RRI Bandung yang di selenggarakan oleh RRI bandung
  7. FESTIVAL CITARUM pada tanggal 02 September 2016 yang bertempat di Cihampelas Bandung Barat yang di selenggarakan oleh panitia festival citarum

Selain megisi di acara tersebut, Azalia Voice juga sering di undang untuk mengisi acara pernikahan, peringatan hari-hari besar Islam, dan sebagainya.

Harapan saya, Semoga Azalia Voice bisa menjadi salah satu contoh untuk para generasi muda agar bisa terus berkarya dalam bidang musikalisasi puisi islami. Dan semoga Azalia Voice selalu bisa memberikan yang terbaik.

Esih Sukaesih

Relawan TBM Pengelolaan Lingkungan Cibungur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: