KPK MENGUKUHKAN PANGLIMA INEGRITAS DARI BERBAGAI DAERAH

dok pri. Rohman Gumilar

Dalam rangkaian Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA), Dan Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) ke 12 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) di Hotel Bidakara Jakarta pada 11-12 Desember 2017, sebanyak 40 pegiat Literasi dari berbagai daerah di Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua dikukuhkan sebagai Panglima Integritas oleh KPK.

Setelah mengukuhkan/ melantik 40 pegiat literasi yang semuanya adalah pengelola TBM (Taman Bacaan Masyarakat) dan Rumah Baca, Wakil ketua KPK, Saut Situmorang, berharap semoga kita dapat mempersempit gerak para koruptor dengan bergeraknya semua pihak. Saat ini, Indonesia sedang krisis dalam segi integritas atau Frustasi Massal.

Kegiatan pemilihan Panglima Integritas ini merupakan hasil sinergi dari Forum TBM dan KPK. Para panglima yang terpilih ini merupakan para pegiat literasi yang pada umumnya mengelola TBM, rumah baca atau pustaka bergerak. Untuk pemilihan para panglima ini dilakukan secara selektif melalui pengiriman esai kepada KPK yang dimulai dari bulan Oktober hingga November 2017. Di sela-sela pengukuhan para panglima, hadir juga Kang Maman Suherman yang memberikan kuliah umumnya tentang Korupsi, Kang Firman Venayaksa dari PP FTBM, Komunitas Obat Manjur Makasar, dan Komunitas Ibu Profesional. Selain itu ada juga pentas Puisi dari Kang Imam Soleh serta launching Buku ”Menyemai benih Integritas” .

Tugas para panglima Integrasi memanglah tidak mudah dalam menghadapi situasi saat ini dimana banyak bermunculan para pelaku korupsi yang kian merajalela dan seakan tidak jera. Para koruptor ini rata-rata mempunyai pendidikan dan jabatan yang tinggi. Para panglima harus menjadi yang terdepan dalam melawan pelaku kriminal yang sepertinya kebal hukum dan terkadang mempunyai karakter religius dan santun.

Para pegiat literasi akan tetap berkiprah dalam porsinya yaitu melawan korupsi dengan literasi. Dengan segala macam media edukasi, diharapkan dapat mencegah tindak korupsi sejak dini dan menciptakan kader-kader yang berintegritas. Menjadi panglima-panglima yang berdiri di garis depan, yang bukan lagi memaknai keaksaraan dan kewicaraan, namun sudah masuk ke tingkat fungsional. Bertindak untuk mewujudkan jiwa-jiwa yang berintegritas yaitu mempunyai nilai-nilai jujur, sederhana, mandiri, kerja keras, adil, berani, mandiri, disiplin dan peduli.

Panglima Integritas juga sebelumnya dibekali dengan pembelajaran korupsi melalui e-Learning yang dibuat oleh Pusat Edukasi Anti Korupsi serta dibekali juga media pembelajaran lainnya berupa beberapa jenis game yang harus diaplikasikan di masyarakat, utamanya anak-anak dan remaja, seperti game Keranjang Bolong, PDKT dan Suspect. Dengan langkah sederhana ini semoga bisa meningkatkan perilaku masyarakat sehingga lebih berintegritas.

Rohman Gumilar

Pengelola TBM Bina Kreasi Muda Sumedang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: