BERGERAK UNTUK PERTUMBUHAN LITERASI

dok.pri Edward Jayadiningrat

Satu hal yang membuat orang dapat bergerak adalah karena mempunyai harapan. Beberapa orang lain menyebutnya impian. Apa pun itu, di dalamnya ada semangat pembaharuan. Atau semangat untuk berbagi, untuk membuat hidup lebih baik, lebih bermartabat.

Di dunia literasi, yang kini makin hangat dan seksi sebagai bahan pembicaraan hingga program unggulan sebuah institusi atau lembaga apa pun, harapan memang sedang tumbuh. Di mana-mana orang menaruh harapan agar budaya baca meningkat. Ada beragam kalangan yang makin memperhatikan pertumbuhan ini, termasuk kalangan pegiat literasi. Maka, ketika program pengiriman buku gratis via pos menjadi kebijakan baru, tentu ini membuat pegiat literasi mendapat angin segar yang lebih dari sekedar menyegarkan. Minimal, secara ideologis, sebagian mimpi para pegiat literasi telah menjadi kenyataan, yakni makin menyebarnya buku-buku bacaan ke penjuru negeri, khususnya ke kantung-kantung penyedia layanan baca.

dok.pri Edward Jayadiningrat

Apa yang kemudian terjadi di Bandung, di sebuah ruangan layanan Kantor Pos Besar, pada 15 Desember 2017, nampaknya menampilkan sisi yang cukup jelas, bagaimana program baru ini terwujud dan didukung banyak kalangan. Pada hari Jumat itu, Jabaraca diundang dalam acara Penyerahan 480 paket buku “Seri Anak Bertanya, Pakar Menjawab” untuk 480 simpul Pustaka Bergerak.

Yang menjadi menarik dalam acara ini ialah adanya penulis yang mencetak dan mengirimkan bukunya untuk para pegiat literasi, khususnya penyedia layanan baca. Acara yang dihadiri Dirut PT Pos, Bapak Giarsih Wahju Setijono ini, merupakan bukti pengiriman gratis buku ke pegiat budaya baca di penjuru negeri makin optimistik. Apalagi, menurut pihak PT Pos, pengiriman buku ini grafiknya naik terus. Artinya, tingkat kepedulian orang untuk menyumbang buku ke komunitas layanan baca buku gratis untuk masyarakat makin tinggi dan meluas.

dok.pri Edward Jayadiningrat

Pada acara yang dihadiri pula oleh Prof. Bambang Riyanto (Wakil Rektor bidang Riset, Inovasi dan Kemitraan ITB), Gatot Purwanto (Direktur Sabuga ITB), Gustaff H. Siregar ( Direktur Common Room Network Foundation), serta Nirwan Arsuka (Pendiri Gerakan Pustaka Bergerak) ini, pengiriman gratis buku ke komunitas baca mendapat energi baru. Yakni energi dari kepedulian penulis buku “Seri Anak Bertanya Pakar Menjawab” yang merupakan buku karya dosen matematika ITB, yang tertarik pada dunia anak-anak.

“Saya mulanya membuat web “Anak Bertanya Pakar Menjawab” ini dalam bentuk paparan di media internet. Aksesnya memang banyak dinikmati oleh kalangan yang mempunyai akses ke internet. Saya berpikir, ada beberapa hal yang nampaknya perlu juga diketahui oleh anak-anak yang belum punya akses ke dunia digital. Jadi buku atau offline nya saya anggap penting juga. Nah, ketika ide ini datang, saya menghubungi Sabuga ITB dan mereka bersedia membantu menerbitkannya. Dan ketika saya mendengar ada program pengiriman gratis ke komunitas baca, ide ini makin berkambang. Keinginan saya agar buku ini menyebar, mendapat jalannya….” tutur Pak Hendra Gunawan Ph.D, sang penulis buku dan pembuat web Anak Bertanya tersebut.

Hasrat Hendra Gunawan yang besar, juga mendapat apresiasi tinggi dari beberapa orang sahabatnya di ITB, sehingga gagasannya terwujud. Sedangkan para pegiat literasi yang datang, dan di antaranya juga secara simbolis menerima 5 judul buku yang diluncurkan untuk program ini, merasa bersyukur bahwa perjalan literasi di bumi pertiwi terus mendapat dukungan dari sana sini.

dok.pri Edward Jayadiningrat

“Saya berharap makin banyak penulis buku di Indonesia yang melakukan hal seperti ini. Kita memang butuh banyak penulis buku yang berkualitas dan mengerti konteks lokalnya. Misalnya kita pelu buku yang lebih baik dan banyak tentang fauna Indonesia, daripada buku-buku tentang fauna negera lain. Buku semacam itu harus digarap secara baik. Bagusnya bergambar dan tata letaknya juga bagus. Sehingga bisa menarik pembaca….,” tutur Nirwan Arsuka, “Dan pada konteks acara ini, saya melihat sinergitas yang baik antara penulis dan PT Pos, sehingga gerakan literasi terus dapat tumbuh. Namun ke depan, karena angka pengirimannya naik terus, dan ini akan menjadi beban berat PT Pos, mungkin diperlukan regulasi khusus untuk menaikan anggaran dari APBN. Di sisi lain kita mendorong agar ada juga pihak lain yang membantu pembayaran kiriman tersebut, jika fenomene ini terus membesar,” lanjutnya, saat kami berbincang di sebuah cafe di bilangan Asia Afrika, yang arsitektur lamanya masih dipertahankan.

Momentum ini, acara yang sederhana namun khidmat dan banyak dihadiri para pewarta ini, setidaknya akan makin dapat membuat banyak orang untuk turut bergerak, agar pertumbuhan dunia literasi di Indonesia semakin hebat. Semakin meluas. Semakin menjangkau daerah-daerah yang rawan perolehan bahan pustaka.

Edward Jayadiningrat

Sastrawan dan penggiat literasi di Jawa Barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: