MENULIS ESSAY DAN KEGIATAN LITERASI

dok pri Abdul Holik

Kamis, 14 Desember 2017, berlangsung kegiatan “Workshop Penulisan Essay” yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan Dan Keasrsipan Daerah (DISPUSIPDA) Jawa Barat dan team Jabaraca sebagai panitia penyelenggara. Acara dimulai pada pukul 08.00 – 15.00 WIB dan bertempat di gedung Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah (DISPUSIPDA) yang beralamatkan di Jl.Kawaluyaan II Bandung – Jawa Barat.

Dalam Workshop ini para peserta terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan workshop. Mereka datang dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat. Sekitar 50 peserta yang hadir merupakan para pejuang literasi di Jawa Barat. Ada Mohammad Yogarsiwayan dari Banjar yang merupakan kota paling timur di provinsi Jawa Barat, beberapa orang dari Ciamis, banyak dari Bandung dan sekitarnya, dan saya sendiri datang dari ujung barat provinsi Jawa Barat: Kabupaten Bekasi.

Acara dibuka secara resmi oleh Ibu Oom dari DISPUSIPDA. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa sejak dahulu kita sudah punya budaya literasi sehingga jangan percaya begitu saja dengan penelitian lembaga internasional yang menyatakan bahwa budaya baca di Indonesia rendah.

Narasumber utama dalam acara ini adalah Pak Nanang Supriatna, redaktur pelaksana SKM Galura. Beliau menyampaikan tips dan trik menulis essay. Menulis essay merupakan kemahiran berbahasa tulis yang tinggi. Mengapa demikian?. Sebab pada dasarnya essay merupakan proses imajinasi yang berkaitan dengan pola pikir seseorang dalam mengeluarkan pendapat dan memecahkan masalah yang sedang terjadi. Penulisan essay akan sangat menarik seandainya di dalamnya berisi solusi dan bukan hanya kritik. Begitu yang di sampaikan Pak Nanang.

Dalam workshop penulisan ini, ada 5 Materi yang dibahas yaitu: sastra Indonesia, kebudayaan Sunda, dinamika perpustakaan, impact keberadaan perpustakaan, dan tren anak muda dalam aktivitas literasi.

Peserta yang hadir dibagi dalam 4 kelompok sesuai dengan subtema yang mereka inginkan. Subtema itu antara lain: sastra Indonesia dan kebudayaan Sunda, dinamika perpustakaan, impact keberadaan perpustakaan, dan tren anak muda dalam aktivitas literasi.

Saya tergabung dalam kelompok Kak Meita dalam materi pembahasan “tren anak muda dalam aktivitas literasi”.Dalam kelompok ini Kak Meita menjelaskan pentingnya menulis kegiatan literasi yang kami, peserta, lakukan dan bentuk tulisan yang bisa dipakai dalam menuliskan kegiatan.

Selain belajar menulis, disini kami juga berbagi cerita tentang kegiatan yang dilakukan di perpustakaan kami masing-masing dipandu oleh Kak Meita. Beberapa orang dari kelompok kami ternyata sudah pernah menulis untuk dimuat di jabaraca.com. Mereka pun berbagi pengalaman menulisnya. Teman-teman dalam kelompok saya ternyata mengesanan. Saya jadi terinspirasi untuk belajar lebih dalam tentang tulis menulis dan mengembangkan kegiatan literasi di TBM saya.

Setelah istirahat solat luhur dan dan makan siang, kami diminta untuk menulis satu atau dua paragraf tentang kegiatan yang telah atau akan kami lakukan. Kami diminta menulis dengan bentuk tulisan seperti yang diarahkan Kak Meita.

Sebelum saya mengikuti workshop ini saya berfikir, “Saya belum punya pengalaman dalam hal menulis. Apakah saya bisa mengikuti workshop ini dengan baik?” Ternyata perasaan saya terjawab, ” Justru yang belum berpengalaman akan belajar paling banyak. Workshop ini memang dibuat untuk menambah pengalaman.”

Workshop kali ini begitu menarik dan berjalan dengan lancar. Namun tetap ada kekurangan. Mengingat waktu yang terbatas peserta hanya bisa belajar 1 dari 5 tema yang ditawarkan. Pasti menarik kalau bisa mengulik tema-tema yang lain. Namun tak mengapa. Semoga pegiat literasi yang mengikuti workshop kali ini dapat terinspirasi untuk menulis dan maju untuk mengembangkan minat baca masyarakat di Jawa Barat.

 

Fania

Relawan TBM Rumah Pelangi Bekasi

One thought on “MENULIS ESSAY DAN KEGIATAN LITERASI”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: