BOKIS: KISAH GELAP DUNIA SELEB

www.goodreads.com

Apa sih bokis? Asal kata bokis adalah bisa, yang mendapat sisipan ‘-ok’ dan kehilangan huruf terakhirnya. Sisipan ‘-ok’ ini menurut Maman Suherman, Sang Penulis, dalam kata pengantarnya merupakan tata bahasa gaul di tahun 70an. Tua banget ya? Walaupun sekarang masih sering terdengar. Namun makna katanya bukan lagi ‘bisa’ tapi setelah ditarik ulur berubah menjadi ‘bisaan’ dengan sedikit nuansa licik di dalamnya. Oleh anak gaul tahun 80an, bokis ini dimaknai sebagai ‘bohong’.

Bisaan apa sih? Bohong tentang apa? Apa isi bukunya? Tenang dan keep reading

Dunia selebriti, bagiku adalah dunia yang tidak terlihat karena terlalu silau dan gemerlap. Namun di tengah hingar-bingarnya, ternyata dunia selebritis memiliki sudut gelap. Nah, kisah dari sudut gelap inilah yang diangkat ceritanya oleh Maman Suherman, seorang jurnalis. Ada 33 kisah yang disuguhkan dengan bahasa yang ringan dan lucu namun penuh dengan pesan moral. Ke-33 kisah itu dibagi dalam 7 bagian yaitu:

Cerita gelap: Bagian ini ada cerita tentang tentang pengaruh uang dan seks dalam menjamin ketenaran ataupun menjauhkan dari ‘hukuman’. Selain itu ada juga cerita tentang orang terdekat selebriti yang seolah menjual Sang Bintang untuk mendapatkan kekayaan.

Narsum mesum: Bagian ini bercerita tentang berbagai ulah mesum para narasumber yang ditemui penulis ketika menjalani profesinya sebagai wartawan.

No time for privacy: Meskipun hanya ada dua cerita di dalam bab ini. Ada juga selebriti yang merasa risih untuk mengungkapkan kehidupan pribadinya. Pada bagian ini aku jadi teringat cerita Raditya Dika dalam komedi tunggalnya. Keluar dari buku sebentar ya, dalam pertunjukan komedi tunggalnya, Raditya Dika bercerita bahwa menjadi artis itu tidak menyenangkan karena artis sudah tidak lagi punya privasi. Semua menjadi berita dan tidak penting. Seperti ada artis perempuan yang keluar rumah tanpa bulu mata. Dan berita itu jadi headline.

Aya-aya wae: Bagaimana tingkah polah para selebriti, sesuai hasil liputan-liputan penulis selama jadi wartawan. Ada yang hobi menyangkal tuduhan melakukan sesuatu (padahal dia memang memang melakukannya), ada juga yang suka main perintah like a queen, dan ada juga yang pernah membingungkan Kang Maman gara-gara salah menyebut istilah.

Cerita haji: Sesuai tajuknya, di sini diceritakan tentang pengalaman Kang Maman naik haji dan umrah gratis berkat pekerjaannya sebagai wartawan.

Begini nasib jadi jurnalis: Pekerjaan jadi jurnalis itu tidak mudah. Banyak risikonya, apalagi ketika berurusan dengan kasus-kasus negatif. Kadang nyawa jadi taruhannya.

Bokisnya jurnalis: Ini bagian yang unik karena Kang Maman justru bercerita tentang bisa-bisaan yang dilakukan oleh jurnalis. Meng-kloning berita, berita buatan, berita asal ngutip, dan lainnya. Juga diceritakan tentang jurnalis yang merajut cinta dengan narasumber.

Setelah membaca buku ini, aku jadi teringat saat-saat dimana aku masih suka menonton acara gosip di TV. Pernah suatu kali, TV menayangkan berita tentang 2 orang selebriti yang sedang ribut. Ayahku yang nimbrung nonton menyeletuk, “Dia siapa sih? Penyanyi? Pemain film? Bintang sinetron?”

Aku hanya menoleh dengan cuek dan menjawab, “Mereka berdua itu pemain film. Filmnya mau tayang bulan depan. Sekarang mereka ribut dulu.”

“Film apa?”

“Film itu,” kataku menyebutkan judul filmnya.

“Emang kalo ribut terus orang mau nonton film mereka?” tanya ayahku.

Maybe,” jawabku.

Dalam buku ini, Kang Maman menceritakan tentang seorang produser yang mengundang seorang jurnalis untuk memberitakan gosip ‘buatan’ tentang pemeran filmnya. Demi apa? Promosi filmnya. Ketika orang mendengar gosip tentang pemeran film itu, mungkin dialognya sama dengan yang diucapkan aku dan ayahku. Keuntungannya, ayahku yang tadinya tidak tau menjadi tau bahwa ada film itu diputar di bioskop bulan depan.

Pesan moral setelah baca buku ini, intinya sih, jangan gumunan (pinjem istilah yang sering dipakai ayahku). Dunia selebriti yang gemerlap itu tetap ada sudut gelapnya. Di balik berita-berita yang menurutku gak penting untuk diberitakan, ada wartawan dan artis yang mungkin sedang tidak berkutik didikte oleh keadaan. Kalau ada yang ingin menjadi artis, mungkin bisa baca buku ini terlebih dahulu untuk tau apa saja yang harus ‘dikorbankan’ supaya jadi terkenal.

Meita eryanti

Meita eryanti

Anggota hore-hore dimana aja

2 thoughts on “BOKIS: KISAH GELAP DUNIA SELEB

    1. Kalau lihat di ‘tentang penulis’nya, beliau lahir di Makasar.
      Beliau seorang jurnalis. Sekarang jadi pegiat literasi, Pak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: