RUANG TERBUKA HIJAU ZAMAN NOW

dok pri Khusnul

Dewasa ini segala sesuatunya bergerak dengan cepat. Hal ini didorong oleh kemajuan di bidang teknologi dan informasi yang semakin memudahkan manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnyai. Kebutuhan sosial manusia, dalam hal bersosialisasi, selain ditunjang oleh berbagai perangkat canggih dan koneksi jaringan yang semakin meluas, juga memerlukan Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau sering disebut juga Taman Kota. Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) ini tetap diperlukan, sekalipun komunikasi di zaman now ini sudah mampu melampaui batasan ruang maupun jarak geografis.

 

Selain peranan pokoknya sebagai daerah resapan air, keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau Taman Kota ini juga mampu menarik masyarakat sekitar untuk sekedar duduk-duduk maupun berfoto ria. Ruang Terbuka Hijau (RTH) juga kerap digunakan oleh para pedagang untuk menggelar lapaknya, karena melihat potensi ekonomis dari pengunjung yang datang.

 

Di Cikarang, sekelompok pemuda-pemudi pun turut serta meramaikan hiruk-pikuk taman dengan menggelar lapak, yakni berupa buku bacaan. Mereka membentuk sebuah komunitas sosial yang dinamakan Perpustakaan Jalanan Cikarang “Atap Usang” sebagai wujud kepedulian mereka dalam usaha meningkatkan minat baca masyarakat. Mereka konsisten menggelar lapak bacaan setiap Sabtu sore, dimana masyarakat menghabiskan waktu untuk berkumpul bersama keluarga dengan berjalan-jalan di taman. Selain menggelar lapak buku, sekelompok pemuda ini juga kerap mengadakan diskusi terbuka dengan para pengunjung taman yang mendatangi lapak baca mereka untuk membaca buku atau sekedar melihat-lihat koleksi buku mereka. Kadang, bila ada momen bersejarah yang sedang diperingati, mereka turut meramaikan peringatan melalui pembacaan puisi dan bedah buku yang terkait dengan momen sejarah tersebut.

dok pri Khusnul

 

Pergerakan komunitas Perpustakaan Jalanan Cikarang “Atap Usang” dalam usaha menggalakkan minat baca masyarakat tidak sampai disitu saja. Mereka juga mencetak zine atau media alternatif yang diproduksi sendiri untuk mereka bagikan ke pengunjung lapak baca mereka. Konten atau isi yang dimuat dalam zine mereka, yakni artikel atau tulisan yang terkait dengan kasus pelanggaran HAM maupun gambar-gambar ilustrasi atau karikatur yang menggambarkan bentuk perlawanan mereka terhadap siapa saja yang melanggar ataupun menindas HAM orang lain. Mereka sangat terbuka apabila ada pengunjung yang tertarik dan ingin menyumbangkan opini mereka dalam bentuk tulisan untuk dimuat dalam zine yang disebarluaskan.

 

Para pengunjung Ruang Terbuka Hijau (RTH) menanggapi kehadiran komunitas Perpustakaan Jalanan Cikarang “Atap Usang” dengan apresiasi penuh. Para pengunjung menyadari bahwa kegiatan literasi semacam ini amatlah penting untuk membentuk generasi muda yang bukan hanya bisa membaca buku tapi juga mampu membedahnya serta mengulas kembali buku yang sudah dibaca.

dok pri Khusnul

 

Semoga pemerintah ikut meramaikan perpustakaan jalanan. Pemerintah melalui perpustakaan kabupaten, bisa membuka perpustakaan keliling di Ruang Terbuka Hijau Cikarang supaya melengkapi buku-buku yang disediakan oleh Perpusjal Atap Usang. Mungkin pemerintah bisa berkolaborasi dengan Perpusjal Atap Usang dan mengadakan kegiatan yang menarik supaya bisa meningkatkan minat baca masyarakat.

Khusnul Khotimah

Relawan Perpustakaan Jalanan Cikaran Atap Usang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: