UDAH, SENDIRI SAJA DULU: BERJUANG MENJADI JOMBLO VISIONER

http://www.bukukita.com

“Udah, Sendiri Saja Dulu”, itu judul buku yang kali ini akan saya coba kupas. Sepertinya tebakan pembaca pada saat membaca judul ini akan langsung tahu isinya. Yups, ini terkait jomba, jombis, jomfis. Tahu kan istilah itu? Jomblo bahagia (jomba), jomlo manis (jomnis), dan jomblo fi sabilillah (jomfis). Buku terbitan Tera Insani, Juli 2017 karya Fikri Kembar ini memberikan kesan bahwa jomblo (baku:jomlo) bukan hantu atau sesuatu yang menakutkan.

 

Di awal bagian pertama. pembaca akan langsung disuguhi kata mutiara “mengutuk kesendirian adalah awal masalah; karena berdua bukan jaminan kebahagiaan ada”. Kesannya sudah memotivasi para jomblower sejagad raya agar tetap stay cool. Bukan hanya memotivasi pembaca jomblo, tetapi juga memberikan pemahaman bahwa sebenarnya pacaran itu hanyalah budaya barat yang sedang naik daun di negeri ini. Sayangnya yang terjadi adalah para jomblo yang menjadi korban bullying. Selalu ada dua kubu yang berseberangan, memuji dan mencaci, begitu juga kepada para jomblo. Tinggal kembali lagi bagaimana si jomblo menyikapinya. “Bagi kamu yang jomblo tak perlu sakit hati, balas saja lewat senyum. Karena dengan memilih jomblo, kamu tanpa disadari termasuk makhluk asing. Seperti yang disabdakan oleh Nabi : Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang yang terasing itu. (H.R Muslim)” (44)

 

Mengenai jomblo, di buku ini menerangkan dua tipe jomblo yaitu jomblo ngenes dan jomblo visioner. Yang menarik tentu adalah bagaimana menjadi jomblo yang visioner. Pada buku ini disebutkan ada tiga tipe jomblo visioner. Pertama, jomblo visioner memiliki visi hidup. Jomblo yang memiliki visi hidup terlihat dari peta konsep atau cita-cita yang ingin mereka capai, beda dengan jomblo ngenes yang hidupnya mengalir seperti air. Kedua jomblo visioner sudah tahu passion yang gue banget. Para jomblo visioner tidak lagi meributkan dan mempermasalahkan dunianya. Mereka sudah tahu apa yang menjadi kekuatan, kelemahan, dan skill mereka. Yang ketiga, jomblo visioner memiliki karakter talk less do more. Daripada sibuk ngeles dan update kegalauannya di media sosial, jomblo visioner lebih tahu arah hidup dan tujuannya. Lebih singkatnya mereka adalah jomblo yang lebih banyak action daripada pamer omongan.

 

Mengakhiri bahasan jomblo, berarti ada kaitannya dengan jodoh. Begitu pula pada buku ini menerangkan bagaimana mendapatkan jodoh idaman. Konsep yang diberikan adalah to be, to have, dan valency. To be itu keinginan kita untuk menjadi. Misalnya menjadi penyanyi terkenal. To have sesuai artinya keinginan untuk memiliki, seperti punya gaji besar. Valency adalah kualitas diri kita dalam mengarahkan keinginan tersebut.

 

“Dalam kasus percintaan, kala seseorang ingin punya jodoh yang baik tentu saja ini baik. Namun, bila tujuan utamanya malah memiliki dulu dengan cara pacaran itu salah. Karena yang diutamakan memiliki dulu, bukan memantaskan diri (to be). Maka rumus jodoh menurut aturan motivasi begini: TO BE x TO HAVE x VALENCY = JODOH TERBAIK.” (178)

 

Selain itu, untuk mendapatkan pasangan terbaik (versi jomblo) tentu harus memiliki visi yang jelas. Supaya pangeran atau bidadari yang datang sudah tahu arah tujuan hidup kita. Tentunya visi yang sama akan menjadi pondasi bagi keberlangsungan suatu ikatan yang panjang.

 

Nah, sepertinya pembaca sinopsis jomblower ingin tahu kelanjutan isi buku ini kan? Yang saya rasakan, buku ini memang harus dibaca para jomblo fi sabilillah. Dengan runtutan gaya yang sederhana dan kualitas kertas yang baik pembaca akan disuguhi nasehat indah penuh hikmah. Di buku ini juga membahas bagaimana agar cinta yang pernah kita punya mampu tersalurkan dengan baik, salah satunya adalah dengan mengalihkan cinta tersebut kepada cinta pada ilmu.

 

Pesan bagi para jombloer. La tahzan, Allah tahu ko yang terbaik. Tetap istikomah dan jadilah jomblo visioner.

Iis Aisyah

Iis Aisyah

pengelola Rajadesa Membaca

One thought on “UDAH, SENDIRI SAJA DULU: BERJUANG MENJADI JOMBLO VISIONER”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: