“TERTAWALAH!” SEIMBANGKAN LAHIR DAN BATIN

http://qafmedia.co

Minggu-minggu kemarin, kita dihebohkan dengan komika, pelaku stand up comedy, yang “menghina islam”. Kenapa pakai tanda kutip? Karena ada sebagian orang yang menganggap bahwa komika tersebut hanya menceritakan pengalaman dan kenyataan yang terjadi. Ya, mungkin itu kembali kepada masing-masing orang dan selera humor orang yang berbeda. Tetapi tahukah Anda, ternyata ada satu buku yang unik dan benar-benar membuat kita betah membacanya.

 

“Biarkan Hatimu Tertawa.” Judul yang menggelitik yang membuat orang ingin tahu apa pesan dari buku ini. Untuk pertama kalinya, kita akan menyadari bahwa sebenarnya hidup itu perlu keseimbangan antara lahir dan batin. Bahkan Rosululloh saw. Bersabda, “rowwihuul quluuba saa’atan bada saatin, fainnal quluuba idzaa kallat ‘amiyat (sekali-kali buatlah hatimu senang, karena dalam keadaan bosan, hati menjadi buta)”.

 

Ali bin Abi Thalib r.a juga berkata, “buatlah hati ini santai, karena sebagaimana tubuh, hati ini juga bisa payah.”

 

Keseimbangan yang dimaksud adalah menyeimbangkan kebutuhan jasmaniah dan rohaniah. Jika jasmani membutuhkan olahraga untuk kesehatan, maka rohani juga membutuhkan ibadah dan sekali-kali juga membutuhkan hiburan. Sebagaimana yang Rosululloh katakan bahwa dalam keadaan bosan hati bisa buta.

 

Kebahagiaan batin atau rohani meliputi aspek menyegarkan pikiran dari hal-hal membosankan dari rutinitas sehari-hari dengan cara menyelipkan humor yang menyegarkan. Humor? Apakah Rosululloh suka humor?

 

Jawabannya tentu ada pada buku ini. bagaimana cara Rosululloh membuat orang lain tertawa (tersenyum) bahkan menangis dengan humornya tersebut. Nabi pun suka dengan humor, hanya saja humor beliau tidak menurunkan derajatnya sebagai Rosul, tidak jorok, tidak keseringan, dan yang paling penting adalah tidak berbohong.

 

Sejauh ini, orang-orang yang pernah kita temui dan kita tonton di televisi memberikan selera humor yang tinggi tetapi sayangnya diselingi dengan kebohongan atau cerita mengada-ada untuk membuat orang lain tertawa. Membuat orang lain tertawa dengan cerita bohong justru berakibat pada dosa. Maka Rosul suka dengan humor akan tetapi humor tersebut berisi kebenaran. Seperti dalam sabdanya, “inni laamzahu walaa aquulu illal haqq”. Artinya sesungguhnya aku bercanda dan aku tidak pernah mengatakan kecuali yang benar.

 

Humor yang diberikan dan dihadirkan pada buku ini menyegarkan dan jauh dari kata kebohongan. Hanya hati yang bisa menanggapi betapa memang hati ini butuh hiburan, dan sesekali hati akan tertawa betapa islam itu bukan agama yang menakutkan dan penuh dengan ancaman. Salah satu humor yang menggelitik pada buku ini ada pada judul Allah Merayu Wahsyi (hal 78). Seberapa besar dosa seorang hamba memang hanya Allah-lah yang menentukan akankah Allah menyiksa, melaknat atau mungkin Allah malah memberikan ampunan kepada hambanya, yang kita tahu bahwa sesungguhnya Allah itu mencintai hambanya yang bertaubat.

 

Begitu pula dengan Wahsyi budak Habasyah yang membunuh Hamzah bin Abdul Muthallib r.a pada perang Uhud yang ingin masuk islam setelah diajak oleh Rosululloh, namun enggan karena ayat pada Surat Al-Furqan ayat 68 “dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina,…“ Wahsyi merasa ketiga dosa pada ayat itu (menyembah selain Allah, membunuh, dan berzina) pernah ia lakukan sehingga merasa tidak ada pintu taubat bagi dirinya.

 

Ternyata, kabar tersebut sampai pada Rosululloh saw. dan akhirnya Allah menurunkan surat al-Furqan ayat 70 “kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman, dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan, dan adalah Allah maha Pengampun lagi maha Penyayang.” (hal 79)

 

Selintas, seakan ini bukan cerita humor. Tetapi jika ditelisik lebih dalam ternyata Wahsyi telah cerdas meminta persetujuan Allah dengan dosa-dosa yang pernah diperbuatnya, sampai akhirnya Allah harus “merayu” Wahsyi dengan surah Al-Furqan ayat 70 di atas, sehingga akhirnya Wahsyi setuju masuk Islam.

 

Begitu pula Rosululloh pernah membuat seorang nenek-nenek menjerit histeris karena perkataan beliau membuat nenek-nenek tersebut ketakutan dengan perkataan beliau yang mengandung humor, namun maksudnya dan maknanya berisi kebenaran. Yaitu pada judul Di Surga Tidak Ada Nenek-Nenek (hal 100), ketika seorang nenek Anshar datang kepada Nabi dan berkata “Wahai Rosululloh, berdoalah, mohonkan ampun untukku.”

 

Beliau menjawab, “Apakah kau tidak tahu bahwa surga itu tidak dimasuki nenek-nenek.”

 

Sang nenek menjerit histeris, sedangkan Rosul tersenyum dan menenangkan sang nenek dan berkata “Apakah kau tidak membaca firman Allah : sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung. Dan kami jadikan mereka gadis-gadis penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (Q.S al-Waqiah: 35)

 

Masih banyak cerita-cerita yang tersaji pada buku ini yang membuat hati kita berbunga-bunga dan merasakan betapa indahnya humor yang berisi kebenaran, dan diselipi ilmu tentang islam serta indahnya islam dengan segala kelebihannya.

 

Seberapa penting humor bagi manusia?

 

“Humor sangat penting untuk mengasah rasa kemanusiaan dan untuk menjaga pikiran agar tetap segar dan jernih,” kata Gus Dur.

 

Bagi yang mau melucu dengan baik dan bijak, mungkin akan lebih baik membaca buku ini. Bagi yang sedang senggang, buku ini sangat saya rekomendasikan untuk menemani waktu luang. Dijamin para pembaca bakal senyum-senyum sendiri. Tentu senyuman itu berisi makna yang dalam karena berisi hikmah dan pelajaran.

 

Membaca buku ini memberikan asupan gizi batin yang menyehatkan dan mencerdaskan, semua yang ditulis pada buku ini merujuk pada sumber yang terpercaya. Selamilah lautan ilmu, dan rasakan keindahan islam. Selamat berakhir pekan, dan selamat membaca!

Iis Aisyah

Iis Aisyah

pengelola Rajadesa Membaca

One thought on ““TERTAWALAH!” SEIMBANGKAN LAHIR DAN BATIN”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: