BELAJAR MENULIS BERSAMA IBU-IBU ALA TBM ARJASARI

dok pri Kokom Kolamasari

Bila melihat apa yang terjadi pada hari Sabtu, 13 Januari 2018 di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Arjasari, sesungguhnya apa yang saya dapatkan melampaui impian. Sebagai pengelola lembaga yang terletak di Perumahan Kota Baru Arjasari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, kenyataan yang terjadi sungguh telah melebihi ekspektasi. Mungkin ini terlihat berlebihan tapi itulah yang dirasakan.

 

Awalnya sempat terbersit keraguan untuk mengajak ibu-ibu komplek perumahan Kota Baru Arjasari mengikuti pelatihan menulis. Bukan sekali atau dua kali kami mengadakan pelatihan dan hasilnya selalu nihil dan mogok di tengah jalan. Entah apa penyebabnya, padahal kami sudah membuatnya semenarik mungkin. Mulai dari mengadakan doorprize hingga hadiah bagi yang tulisannya bagus. Namun pesertanya tampak ogah-ogahan. Males lah… Tidak bisa lah…

 

Belum lagi cemoohan pihak lain yang berkomentar, “pelatihan menulis ibu-ibu itu paling juga curhat tentang suami, anak, beban keluarga, yang kadang bikin risih untuk membacanya”.

 

Kegiatan kali ini berawal dari melihat status ibu-ibu baik di Facebook, maupun di Whatsapp. Sebenarnya, mereka sepertinya suka menulis. Terbersit ide untuk mengajak mereka belajar menulis lagi. Saya pun sambil belajar. Bila dilihat, status mereka bagus-bagus kok. Acara dikemas melalui arisan yang diselenggarakan di TBM Arjasari. Judul kegiatannya adalah “Belajar Menulis Bersama Ibu-ibu”. Dalam kegiatan ini peserta dibebaskan untuk menulis apa saja yang mereka ingin tuliskan. Bisa juga tentang kehidupan sehari-hari. Sebagai narasumber dari kegiatan ini adalah Pak Abdul Kholik, yang juga pengelola di TBM Arjasari.

 

dok pri Kokom Komalasari

Karena TBM tidak memiliki dana yang cukup untuk mengadakan pelatihan yang melibatkan orang banyak, kegiatan yang menempel pada arisan ini cukup menguntungkan. Konsumsi bukan lagi menjadi beban TBM, sebagai penyelenggara acara, namun ditanggung oleh pemenang arisan. Menu makanan yang disajikan dalam kegiatan ini pun cukup menggiurkan, ayam bakar.

 

Peserta pelatihan menulis pun cukup antusias. Tidak ada yang menulis tentang curhatan melow yang banyak ditulis oleh ibu-ibu di sosial media. Tulisan mereka cukup menginspirasi. Misalnya tulisan Bu Endah Nuriati yang berjudul “Hijrahku”. Tulisan ini berisi tentang perjuangan Bu Endah dalam berhijab. Atau tulisan dari Bu Anteng Wahyuni yang berjudul “Cita-cita Masa Kecilku”. Tulisan ini berisi tentang Bu Anteng yang bercita-cita ingin menjadi dokter namun tidak terwujud. Sekarang ketika sudah menjadi ibu, Bu Anteng merupakan dokter untuk anak-anaknya.

 

Saat menulis ada-ada saja yang dilakukan oleh ibu-ibu peserta. Ada yang mojok sendirian. Ada yang berdua-duaan sambil mengobrol. Ada juga yang serius menulis sampai menangis. Sepertinya, beliau sangat menghayati isi tulisan yang dibuatnya. Subhanallah… Bahkan, ada yang bolak-balik ke toilet. Saat ditanya mengapa bolak-balik ke toilet, ibu itu menjawab sedang mencari ide sambil cuci muka.

 

Kegiatan pelatihan rutin dilakukan 2 kali dalam sebulan di TBM Arjasari. Tidak hanya menulis ini, namun ada juga pelatihan keterampilan. Sungguh tidak menyangka, kegiatan yang kami kemas sederhana ini mampu memancing ibu-ibu untuk berekspresi dan menghasilkan sebuah karya.

Kokom Komalasari

Pengelola TBM Arjasari Bandung

One thought on “BELAJAR MENULIS BERSAMA IBU-IBU ALA TBM ARJASARI”

  1. wah wah — ibu kokom dan ibu-ibu yang lainnya mampu membuktikan kalau pelatihan menulis bisa terwujud dengan serius berlangsung… suasana yang terbayang sih serius tapi santai – selamat bu – tidak berhenti sampai di sini saja, semoga 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: