BELAJAR MENYELEKSI INFORMASI DALAM WORKSHOP LITERASI PENGELOLA TBM DI KBB

dok pri Wildan Awaludin

“Dengan adanya teknologi informasi, tugas pustakawan sekarang bukan hanya berkutat dengan buku-buku tapi juga menyeleksi informasi untuk masyarakat,” ujar dosen Ilmu Perpustakaan Universitas Padjadjaran Bandung, Yunus Winoto, saat mengisi acara ‘Workshop Literasi Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kabupaten Bandung Barat (KBB)’.

 

Acara ini diselenggarakan di Kantor Desa Giriasih kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat pada Selasa, 16 Januari 2018. Acara ini dihadiri oleh 50 orang peserta yang merupakan pengelola TBM, perpustakaan desa (perpusdes), dan Asosiasi Pustakawan Indonesia (Atpusi) KBB. Selain itu berkesempatan hadir juga Kepala Desa Giriasih, perwakilan dari forum TBM KBB, dan perwakilan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah KBB.

 

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala desa Giriasih dan ketua forum TBM KBB dan dilanjutkan paparan materi dari narasumber. Yang menjadi narasumber adalah Yunus Winoto dan Andri Yanto, Perpustakaan Universitas Padjadjaran Bandung.

 

Yunus menambahkan, pustakawan harus bisa juga menginformasikan berita mana yang benar dan salah secara faktual. Untuk itu, dibutuhkan literasi informasi dan literasi media bagi tiap pustakawan. Kedua hal tersebut membantu kita mengecek ulang tiap informasi yang kita terima.

 

Giliran Andri Yanto, beliau memberikan langkah-langkah untuk mendeteksi informasi palsu. Langkah pertama, kita harus periksa sumbernya.

 

“Jika ada informasi yang mengutip sumber hanya ditulis ‘pikiran-rakyat.com’, harus dicurigai,” tambah Andri. “Tautan yang benar biasanya lengkap dan ketika diklik bisa sampai ke halaman aslinya.”

 

Kedua, kita perlu mengetahui bahwa setiap berita punya hal tersirat. Ketiga, kita perlu mencari tahu penulis berita atau informasi yang kita dapat. Keempat, kita perlu mencari adakah sumber berita pendukung juga berita yang benar. Kelima, kita harus memeriksa tanggalnya.

 

Andri mengatakan, “Ini banyak terjadi. Ada sesuatu disebar, ketika dicek ternyata berita lama.”

 

Selanjutnya, kita harus tahu apakah informasi yang dibagikan merupakan lelucon atau bukan. Dan yang terakhir, jika benar-benar ragu, kita bisa bertanya kepada pakar yang bersangkutan.

 

“Hati-hati juga jika mendapat WA yang ada kata ‘sebarkan!’, ‘viralkan!’, dan sebagainya,” lanjut Andri. Informasi yang seperti itu biasanya memancing emosi yang membacanya agar lalu semakin disebarluaskan. “Informasi yang benar-benar penting tidak perlu ada ajakan untuk menyebarkan.”

 

Acara workshop ini sendiri merupakan kerjasama antara dua tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unpad yang mengabdi di Desa Giriasih dan Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pengabdian kepada masyarakat (PKM) oleh dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran yang bekerjasama dengan Forum Taman Baca Bandung Barat. Para peserta berharap supaya workshop seperti ini bisa diadakan lagi dengan cakupan peserta yang lebih banyak. Literasi media seperti ini sangat penting terutama untuk menghindari berita bohong dan berita palsu yang saat ini banyak beredar di masyarakat.

Wildan Awaludin

Pengelola TBM Pengelolaan Lingkungan Cibungur Kab. Bandung Barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: