MELIHAT LAYANAN E-RESOURCES PERPUSTAKAAN NASIONAL RI

http://www.mediaindonesia.com

 

“Di sini ada yang jadi anggota perpustakaan nasional?” tanya Pak Laode M Syarif, Wakil Ketua KPK, saat beliau menjadi pembicara pada Seminar Kebangsaan yang diselenggarakan di Museum Keramik dan Seni Rupa Jakarta pada tanggal 13 Januari 2018.

 

Aku dan beberapa orang lainnya angkat tangan.

 

“Yang lain kenapa tidak menjadi anggota perpustakaan nasional?” tanya beliau. “Kalian ini dikasih fasilitas sama negara, kok tidak dimanfaatkan. Kalian tau, dengan mendapat nomor anggota perpustakaan nasional, kalian bisa mengakses jurnal-jurnal luar negri yang mau bacanya saja harus bayar.”

 

Aku termangu mendengar kata-kata Pak Laode. Pikiranku melayang ke beberapa tahun lalu saat aku masih kuliah di fakultas farmasi sebuah universitas swasta di Yogyakarta. Aku mengingat malam-malam dimana aku menghabiskan waktuku untuk memelototi google scholar untuk mendapatkan artikel atau hasil penelitian terbaru tentang obat-obatan. Beberapa diantaranya bisa aku unduh versi lengkapnya namun banyak yang hanya bisa dibaca intisarinya. Kalau mau versi lengkapnya, harus bayar.

 

Untuk buku-buku referensi, perpustakaan universitas tempat aku kuliah cukup lengkap dan sigap dalam mengadakannya. Kalau ada buku referensi yang tidak ada di perpustakaan, kita bisa mengisi formulir supaya buku itu disiapkan oleh perpustakaan. Namun untuk masalah jurnal internasional, perpustakaanku tidak bisa membantu banyak.

 

Untuk mendapatkan artikel yang aku inginkan, aku sering berkunjung ke perpustakaan universitas tetangga. Penjaga ruang IT-nya sampai kenal baik denganku dan sering menyuplai artikel-artikel yang aku butuhkan untuk mengerjakan tugas. Tidak gratis. Yang bukan mahasiswa universitas tetangga harus menbayar iuran perpustakaan setiap bulan (karena aku lumayan sering datang kesana) dan beberapa artikel yang diberikan oleh penjaga ruang IT itu harus ditebus dengan rupiah.

 

Sebulan yang lalu, aku mendaftar menjadi anggota perpustakaan nasional RI supaya bisa membaca koleksi buku-buku di perpustakaan 27 lantai itu. Setelah mendapatkan kartu, aku melihat sebuah banner yang isinya adalah petunjuk penggunaan e-resources.

 

E-resources adalah bahan perpustakaan digital online seperti jurnal, e-book, dan karya referensi online lainnya. Ada 20 situs penyedia terbitan elektronik (termasuk jurnal internasional) yang dilanggan oleh perpustakaan nasional.

 

Kita tidak perlu datang ke gedung perpustakaan nasional untuk mengaksesnya. Kita bisa mengakses e-resources tersebut dari gawai kita melalui situs e-resources.perpusnas.go.id sambil kita duduk manis di rumah. Di halaman depan, kita akan diminta untuk memasukkan nomor anggota perpustakaan dan password.

 

dok pri meita eryanti

 

Halaman selanjutnya, kita bisa melakukan pencarian artikel dengan memasukkan kata kunci yang kita inginkan. Dari situ, akan muncul artikel-artikel dari 20 situs penyedia terbitan elektronik yang dilanggan oleh perpustakaan nasional yang memuat kata kunci yang kita masukkan. Atau kalau merasa bingung dengan banyaknya artikel yang muncul, kita bisa masuk ke salah satu terbitan elektronik yang dilanggan oleh perpustakaan nasional dengan meng-klik logo terbitan elektronik yang dimaksud dan mencarinya lewat sana.

 

dok pri Meita Eryanti

 

Saat menelusuri terbitan elektronik yang dilanggan oleh perpustakaan nasional, aku menemukan artikel-artikel yang dulu aku beli bisa dibaca gratis disini. Andai saja…

 

“Dulu saat saya skripsi, saya kuliah S1 di Universitas Hasanuddin, saya mencari referensi dengan berlayar menaiki kapal selama 2 hari ke Jakarta. Kemudian saya copy referensi itu dan saya bawa pulang ke Makasar dengan naik kapal,” kata Pak Laode. “Sedemikian mudahnya kalian mendapatkan informasi, seharusnya kalian lebih gemar membaca dari saya. Seharusnya kalian lebih canggih dari saya.”

Meita eryanti

Meita eryanti

Anggota hore-hore dimana aja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: