BELAJAR MEMBACA DARI RUMAH BACA JATIBENING

web.facebook.com/ina.tsyamsuri

Sebuah talkshow bertajuk ‘Problematika Minat Baca Generasi Muda’ yang diselenggarakan oleh LPM Sukma UPBJJ-UT Jakarta pada tanggal 28 Januari 2018, menghadirkan Dea Anugrah, Gloria Morgen, dan Puthut EA sebagai pembicara. Dea Anugrah dan Puthut EA adalah penulis. Gloria Morgen juga menulis sebuah buku, namun beliau lebih dikenal sebagai anak muda inspirasional.

Menurut cerita Gloria, anak-anak di Amerika memiliki target untuk menyelesaikan membaca sekian buku dalam setahun. Setiap mereka selesai membaca sebuah buku, mereka akan mendapat apresiasi. Di sekolah yang diamati oleh Gloria, anak-anak akan mendapat sebuah stiker bila berhasil membaca satu buku. Bila stikernya terkumpul sejumlah buku yang ditargetkan untuk dibaca, mereka bisa menukar stiker itu dengan es krim atau cokelat.

Mendengar cerita Gloria, aku jadi teringat ketika pertama kali berkunjung ke Rumah Baca Jatibening. Rumah Baca Jatibening terletak di daerah Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi. Jaraknya kurang lebih 9 km dari rumahku yang terletak di pusat Kota Bekasi.

Aku datang ke sana, sebelum pengunjung datang dan sempat berbincang dengan Ibu Ina T. Syamsuri, pengelolanya. Aku melihat buku-buku yang ada adalah buku-buku untuk anak-anak. Menurut Ibu Ina, kebanyakan pengunjungnya adalah anak-anak Sekolah Dasar (SD) sehingga pengadaan buku-bukunya lebih difokuskan untuk buku anak-anak. Selain buku-buku, Rumah Baca Jatibening juga menyediakan mainan-mainan edukatif untuk anak-anak belajar membaca, berhitung, dan logika.

Ketika pengunjung datang, pengunjung langsung mengambil buku seperti logbook yang berisi tanggal, judul buku yang dibaca, dan selesai atau tidak membacanya. Anak-anak yang belum selesai membaca buku yang kemarin lalu melanjutkan membacanya. Saat aku melihat logbook milik seorang anak, terlihat ada stempel lucu dibagian buku yang selesai dibaca. Kalau aku jadi anak-anak itu, aku akan membaca buku sebanyak-banyaknya supaya logbookku penuh stempel.

Bu Ina juga menunjukkan buku-buku yang perlu dibaca oleh anak-anak.

“Ini nih, ada buku cerita tentang Imam Bonjol…” kata Bu Ina pada seorang anak laki-laki. “Bagus ini ceritanya tentang pahlawan nasional.”

“Kamu udah kelas tiga, jangan baca buku yang kebanyakan gambar kayak itu, donk,” kata Bu Ina kini kepada seorang anak perempuan berambut panjang. “Nih, kamu baca buku yang ini nih…”

Aku tersenyum melihat Bu Ina berbicara seperti itu. Tiba-tiba aku teringat pada ibuku. Aku saat kecil suka sekali membaca komik doraemon. Dan aku sudah bisa membaca sejak usiaku 5 atau 6 tahun. Pokoknya saat itu aku duduk di bangku Taman Kanak-kanak. Masuk SD, aku sudah lancar membaca dan buku komik, hanya kubaca dalam sekejap mata. Akhirnya, ibuku berhenti membelikanku buku komik dan buku bergambar lainnya. Aku disuruhnya membaca buku yang berisi dongeng cerita rakyat. Sampai suatu saat ibuku berhenti membelikan buku cerita dan menggantinya dengan buku-buku berisi ilmu pengetahuan populer. Namun aku tetap setia membaca novel yang kudapat dari meminjam di perpustakaan sekolah.

“Kadang kalau anak-anak selesai membaca, saya minta untuk menceritakan isi buku yang dibacanya pada teman-temannya,” kata Bu Ina.

Aku hanya mengangguk-ngangguk.

Ya emang gitu, sih. Aku pernah baca artikel, yang menuliskan mengapa banyak mahasiswa yang masih suka membaca komik dan malas untuk membaca buku yang lainnya. Salah satu alasannya adalah karena mereka tidak pernah diarahkan atau diperkenalkan pada buku selain komik.

Pada akhir kunjunganku kali itu, aku membacakan buku yang bercerita tentang tubuh manusia. Buku itu berisi pengenalan organ tubuh dan fungsinya yang disajikan dalam bentuk komik perjalanan. Ya, untuk anak SD buku sains memang perlu dirancang semenarik mungkin. Dibikin komik kalau perlu. Tapi kalau untuk mahasiswa kedokteran, misalnya, masa textbooknya mau berbentuk komik juga?

Meita eryanti

Meita eryanti

Anggota hore-hore dimana aja

2 thoughts on “BELAJAR MEMBACA DARI RUMAH BACA JATIBENING

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: