MENJADI BAGIAN DARI INGATAN ANAK DENGAN MENDONGENG

Suasana di gelaran lapak perpustakaan jalanan Bekasi (https://web.facebook.com/bayu.nggakpenting)

Abi… Aku mau dengerin kakaknya cerita dulu…” teriak gadis kecil berkerudung pink.

Aku tersenyum lebar mendengarnya dengan masih memegang buku yang aku gunakan untuk bercerita. Saat itu, aku tengah membacakan cerita tentang seekor ikan hias yang tersesat di laut.

Aku diundang teman-teman Perpusjal Bekasi untuk ikut memeriahkan gelaran lapak buku mereka hari Minggu (18 Maret 2018). Mereka memberiku tugas untuk mengajarkan origami pada anak-anak yang datang di gelaran itu. Gelaran perpustakaan itu diadakan 2 minggu sekali di taman tepian Danau Duta Harapan Kota Bekasi. Sebuah taman tepian danau yang terletak di depan perumahan Duta Harapan. Lokasinya tidak jauh dari komplek Sumarecon Bekasi.

Puas membuat pesawat dan ikan dari kertas lipat, anak-anak banyak yang pulang karena hari sudah semakin siang. Yang tertinggal adalah gadis kecil berkerudung pink dan 3 orang saudaranya. Tadinya mereka juga mau pulang dengan bersepeda. Namun ketika ditanya rumahnya di mana, anak-anak nampak bingung. Ketika ditanya sama siapa datang ke taman, mereka menjawab bersama abi (ayah). Relawan Perpusjal kemudian meminta mereka untuk tetap di lapak perpustakaan, menunggu ayah mereka datang untuk menjemput. Sambil mereka menunggu ayahnya, aku membacakan cerita pada mereka berempat.

Anak yang bergembira setelah berhasil membuat pesawat kertas (https://web.facebook.com/bayu.nggakpenting)

Anak-anak sepertinya memiliki desain khusus dalam tubuh mereka yang menyebabkan mereka tidak bisa duduk dengan tenang. Perhatian mereka mudah teralihkan pada hal-hal yang lebih menyenangkan. Sepertinya inilah mengapa mendongeng atau membacakan cerita pada anak membutuhkan teknik tertentu yang bisa membuat perhatian mereka tetap pada cerita.

Di tengah aku membaca cerita, tiba-tiba ayah anak-anak datang dengan sebungkus kue pukis. Anak-anak kemudian teralihkan perhatiannya pada ayah dan kue pukisnya. Setelah huru-hara kue pukis berakhir, anak-anak kemudian duduk tenang untuk melanjutkan mendengarkan cerita sambil menikmati kue pukisnya.

Kalian tau gak di laut ada apa aja?” tanyaku sambil menunjukkan gambar pemandangan dalam laut.

Ada kerang...”

Ada kuda laut…”

Ada cumi-cumi...”

Ada ikan asin…”

Jawaban yang terakhir sontak membuat kakak-kakak relawan tertawa. Si anak yang menjawab jadi tersenyum malu-malu.

Membacakan cerita pada anak-anak (https://web.facebook.com/bayu.nggakpenting)

Supaya perhatian mereka tidak teralihkan lagi, aku sebisa mungkin melibatkan mereka. Untungnya, 4 anak ini bisa sangat komunikatif. Mereka tidak malu untuk menyuarakan pendapat dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang aku ajukan. Kebayang donk kalau anak-anak itu ditanya malah merapatkan bibirnya…

Ketika selesai bercerita, anak-anak yang sudah ditunggu ayahnya ini pun pamit pulang. Saat berjalan pulang, aku mendengar mereka bercerita pada ayahnya tentang ikan hias yang tersesat di laut. Aku tersenyum mendengarnya. Aku memperhatikan mereka sampai mereka mengecil dalam pandangan dan menghilang di antara kerumunan orang.

Anak-anak, memang peniru yang ulung dan penyimpan memori yang baik. Catatannya, mereka memperhatikan dan menikmati apa yang mereka alami. Sangat menyenangkan bila kita bisa menjadi bagian dari ingatan mereka yang menyenangkan. Salah satunya dengan membacakan cerita atau mendongeng.

Meita eryanti

Meita eryanti

Anggota hore-hore dimana aja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: