FESTIVAL RAMADAN “SALING MENGUATKAN UNTUK KEMAJUAN BERSAMA”

Spanduk Festival di JL. Raya Ciamis-Cirebon, Dusun Margajaya, Desa Winduraja, Kawali (dokumentasi pribadi)

Pagi itu, Minggu, 13 Mei 2018 matahari bangun lebih lambat daripada gemercik aliran Sungai Cimuntur yang selalu terjaga melakukan tugasnya ditemani awan yang membuat suasana tak begitu terik. Ini merupakan kali kedua Perpusdes (Perpustakaan Desa) Winduraja Membaca mengadakan Festival Ramadhan “Saling Menguatkan untuk Kemajuan Bersama”. Kegiatan ini akan berlangsung hingga tanggal 10 Juni 2018 dengan berbagai macam kegiatan. Pelatihan menggambar melalui media pensil, pelatihan menulis, santunan anak yatim, dan pemilihan Raja & Ratu Buku adalah macam-macam kegiatan yang diselenggarakan. Acara ini terselenggara berkat dukungan dari Yayasan Tunas Cendekia Foundation, Dompet Dhuafa Jawa Barat, Galuh Kinasih, CV. MARJAYA-Cikampek, Alula Hijab, 3 Sumira, Latansa Fotocopy, Forum Komunikasi Muda Mudi Margajaya (FKM3), Perum Copy Center, Cibeber Membaca dan Jawa Barat Membaca (Jabaraca).

Acara dibuka oleh para tokoh masyarakat yang peduli terhadap keberadaan Perpustakaan Desa. Turut hadir Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Dearah Kabupaten Ciamis, Kepala Desa Winduraja, Kepala Desa Kawali Mukti, Para Kepala Dusun, Karang Taruna, Kader PKK, rombongan siswa SMKN 1 Kawali, sastrawan, seniman, pengelola TBM serta komunitas dari Rajadesa, Garut, Bandung, dan daerah lainnya.

Sebelum lomba dimulai, Rifki Ahmad Fauzi, ketua pelaksana kegitan Festival Ramadan, menyampaikan tujuan kegiatan. Yaitu menjadikan perpustakaan sebagai pusat kegiatan dan belajar, meningkatkan kesadaran bersama untuk meningkatkan kualitas diri dengan rajin ke perpustakaan untuk mengikuti berbagai kegiatan positif, dan mendapatkan dukungan banyak pihak untuk menjaga keberlanjutan. Hari Minggu ini diadakan ngaliwet antar RW, komunitas, anggota perpurdes dan relawan Perpusdes Winduraja Membaca. Selain itu ada juga ngobeng ikan dan pungut sampah di Cimuntur.

Suasana ngaliwet munggahan bersama (dokumentasi pribadi)

Di sela-sela lomba ada kegiatan sharing “Pemberdayaan Masyarakat melalui Perpustakaan Desa/TBM/Komunitas” yang disampaikan oleh pegiat TBM/komunitas dan tokoh yang hadir. Masyarakat yang berpartisipasi sejumlah 359 orang. Mereka sangat antusias mengikuti berbagai perlombaan tersebut, hal itu terlihat dari persiapan yang telah mereka lakukan dan tidak sabarnya para ibu-ibu menyalakan api kayu bakar sebelum ada instruksi dari panitia. Beragam doorprize untuk pengunjung termasuk anak-anak yang berani maju ke depan untuk membaca pun turut memeriahkan acara.

Untuk perlombaan pungut sampah di Cimuntur, para peserta dikhususkan hanya untuk dari jenjang SMP hingga dewasa demi keselamatan. Mereka diberi waktu 30 menit untuk memungut sampah anorganik yang ada di sungai yang akan dihitung oleh panitia. Juaranya adalah yang paling banyak memungut sampah. Selanjutnya adalah lomba ngobeng ikan atau menangkap ikan. Ada salah satu peserta yang mendapat Ikan Bebeong, yang merupakan ikan khas dari sungai ini. Sekarang jumlah ikannya tidak sebanyak zaman dahulu. Merupakan hal yang sulit bagi mereka yang ingin menangkap ikan di sungai.

Pungut sampah plastik bendungan di sungai Cimuntur (dokumentasi pribadi)

Dari beragam perlombaan tersebut banyak sekali pesan moral yang tersirat. Gotong royong, pentingnya kita menjaga ekosistem alam, dan khususnya anak-anak untuk lebih berani maju ke depan khalayak ramai. Harapan dari masyarakat yaitu semoga semakin banyak masyarakat sadar untuk menghidupkan kembali perpustakaan di daerahnya.

Seperti yang kita tahu ada banyak sekali sumber penyedia informasi baik internet maupun dari bahan bacaan. Salah satu tempat yang menyediakan kedua sumber informasi tersebut yaitu melalui perpustakaan. Perpustakaan merupakan sarana belajar yang didirikan oleh dan untuk masyarakat yang bertujuan melayani kebutuhan dan menjadi pusat kegiatan masyarakat. Perpustakaan perlu didorong supaya tidak hanya menjadi layanan pinjam-meminjam buku tapi mampu menjadi tempat untuk berbagai macam kegiatan positif  sehingga bisa mengembangkan potensi masyarakat.

Naufalia Qisthi

Relawan Taman Pustaka Hasanah Winduraja Ciamis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: