BUKU

Kategori ini berisi informasi, review, dan resensi buku

MENJERAT PELAJARAN BERANI MENYUARAKAN PENDAPAT UNTUK INDONESIA DARI NOVEL LAUT BERCERITA

January 27, 2018

Liburan semester kemarin saya ditemani oleh Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Novel ini merupakan perpaduan antara fiksi dan nonfiksi di mana di dalamnya terdapat cerita petualangan yang diselipi tentang cinta keluarga yang begitu besar. Setiap judul dalam buku ini menggunakan nama tempat sekaligus tahun kejadian. Mulai dari “Sayegan, 1991” hingga “Di Depan Istana Negara, […]

Read More

“TERTAWALAH!” SEIMBANGKAN LAHIR DAN BATIN

January 20, 2018

Minggu-minggu kemarin, kita dihebohkan dengan komika, pelaku stand up comedy, yang “menghina islam”. Kenapa pakai tanda kutip? Karena ada sebagian orang yang menganggap bahwa komika tersebut hanya menceritakan pengalaman dan kenyataan yang terjadi. Ya, mungkin itu kembali kepada masing-masing orang dan selera humor orang yang berbeda. Tetapi tahukah Anda, ternyata ada satu buku yang unik […]

Read More

AKU DAN BUKU (1): BERMULA DARI KEBIASAAN ORANG TUA

January 13, 2018

IBUKU suka sekali membaca dan karena itulah sejak dikandung, aku, demikian juga kakak perempuanku, sudah diperkenalkan pada buku. Demi ibuku, ayah yang jadi guru di SD,  sering membawa buku  dari perpustakaan SD, dan dikembalikan jika sudah selesai ibu baca. Buku yang ayah pinjam buku berbahasa Sunda dan berbahasa Indonesia, kebanyakan buku cerita fiksi. Saat usia […]

Read More

UDAH, SENDIRI SAJA DULU: BERJUANG MENJADI JOMBLO VISIONER

January 12, 2018

“Udah, Sendiri Saja Dulu”, itu judul buku yang kali ini akan saya coba kupas. Sepertinya tebakan pembaca pada saat membaca judul ini akan langsung tahu isinya. Yups, ini terkait jomba, jombis, jomfis. Tahu kan istilah itu? Jomblo bahagia (jomba), jomlo manis (jomnis), dan jomblo fi sabilillah (jomfis). Buku terbitan Tera Insani, Juli 2017 karya Fikri […]

Read More

BOKIS: KISAH GELAP DUNIA SELEB

January 9, 2018

Apa sih bokis? Asal kata bokis adalah bisa, yang mendapat sisipan ‘-ok’ dan kehilangan huruf terakhirnya. Sisipan ‘-ok’ ini menurut Maman Suherman, Sang Penulis, dalam kata pengantarnya merupakan tata bahasa gaul di tahun 70an. Tua banget ya? Walaupun sekarang masih sering terdengar. Namun makna katanya bukan lagi ‘bisa’ tapi setelah ditarik ulur berubah menjadi ‘bisaan’ […]

Read More