MAX HAVELAAR SEBAGAI PENDORONG GERAKAN ANTIKOLONIALISME

March 13, 2018

“Saya bertanya kepada Anda, apakah memang kehendak kekaisaran Anda sehingga orang-orang seperti Havelaar harus diciprati lumpur oleh orang-orang seperti Slijmering dan Droogstoppel; dan lebih dari tiga puluh juta rakyat Anda nun jauh di sana harus diperlakukan dengan buruk dan mengalami pemerasan atas nama Anda?” (Multatuli)   Hari Minggu kemarin, aku dan suami berjalan ke barat […]

Read More

MENELUSURI SISA-SISA KEMARAHAN SANGKURIANG

March 12, 2018

Sepertinya, hampir semua orang pernah mendengar kisah tentang Sangkuriang, legenda yang tersohor sebagai asal-usul terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu. Kisah yang dituturkan tentang Sangkuriang kebanyakan terhenti sampai ketika Sangkuriang menendang perahunya hingga terbentuk Gunung Tangkuban Perahu. Namun menurut beberapa sesepuh yang tinggal di Kabupaten Bandung Barat, cerita Sangkuriang tidak hanya sampai di situ. Menurut cerita sesepuh […]

Read More

DI BALIK SASAKALA SANGKURIANG

March 10, 2018

“Ingat cerita tentang Timun Mas, raksasa yang mati karena terbenam di lumpur? Menurut para geolog, cerita rakyat tersebut menginformasikan kejadian seperti lumpur Lapindo sekarang, pernah terjadi pada masa lampau di Jawa Timur. Konon juga, aliran Kali Brantas asalnya tidak seperti saat ini. Karena bencana alam, alirannya jadi berubah,” kata Pak Nanang dalam diskusi di group […]

Read More

PESAN PRAMOEDYA ANANTA TOER UNTUK PEREMPUAN INDONESIA

March 9, 2018

“Dengan berat hati aku tulis surat ini untuk kalian. Belum sepatutnya pada kalian diajukan suatu berita yang mengguncangkan, memilukan, menakutkan, dan menyuramkan. Kalian, para perawan remaja, hidup di alam merdeka, di bawah atap keluarga yang aman, membela, dan melindungi…” Demikian tertulis dalam bab 1 buku Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer yang ditulis oleh Pramoedya Ananta […]

Read More

TEMBANG SUNDA CIGAWIRAN

March 8, 2018

“Nami abdi Haikal…” Demikian perkenalan dari seorang anak laki-laki yang mengenakan celana komprang atau pangsi yang dilengkapi dengan sabuk yang sepertinya terbuat dari kain (atau kulit). Sebagai atasan, ia mengenakan baju kampret atau baju salontren. Di kepalanya dia mengenakan penutup bernama ikat logen model hanjuang nangtung atau barangbang semplak. Hari itu, Hari Rabu tanggal 21 […]

Read More